Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Melandai, Ini Sebaran 52 Kasus Covid - 19 di Bangka Belitung 1 Oktober

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami penambahan "62" kasus harian baru yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

Tayang:
Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia
Dinas Kesehatan Babel
Update Terkini Covid-19, Jum'at (1/10). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Setelah Kamis (30/9/2021) lalu, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami penambahan "62" kasus harian baru yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

Jum'at (1/10/2021) jumlah kasus harian baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Babel menurun.

Meski menurun, kita semua harus tetap waspada dan jangan pernah anggap enteng "Corona virus", karena Covid-19 berada sangat dekat di sekitar kita, dan proses penularan Corona virus ini hingga kini masih terus-menerus terjadi di masyarakat Babel.

Jum'at (1/10/2021) satu kota dan enam kabupaten di wilayah Provinsi Kepulauan Babel kembali mengalami penambahan kasus harian baru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Berdasarkan data yang diungkap laman dinkes.babelprov.go.id, hingga pukul 21.00 WIB, Jum'at (1/10/2021) ada penambahan " 52 " kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Babel, detailnya sebagai berikut :

  1. Kota Pangkalpinang : 25 kasus
  2. Kabupaten Bangka Barat : 11 kasus
  3. Kabupaten Bangka Selatan : 5 kasus
  4. Kabupaten Belitung Timur : 4 kasus
  5. Kabupaten Belitung : 3 kasus
  6. Kabupaten Bangka Tengah : 3 kasus
  7. Kabupaten Bangka : 1 kasus.

Sementara itu, hingga Jum'at (1/10/2021) di Babel, ada penambahan " 77 " pasien selesai isolasi dan dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19, yakni : Kabupaten Belitung Timur 27 pasien, Kota Pangkalpinang 17 pasien, Kabupaten Bangka Barat 16 pasien, Kabupaten Bangka 8 pasien, Kabupaten Belitung 6 pasien, dan Kabupaten Bangka Tengah 3 pasien. Jadi total kini sudah mencapai " 49.001 " jiwa sembuh dari infeksi Covid-19 di Babel.

Penambahan kembali "52 " kasus harian baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari Jum'at (1/10/2021), sehingga total kini sudah menembus " 51.261 " orang di Babel terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok.

Tercatat sejak 16 November 2020 hingga 1 Oktober 2021 atau " 320 " (tiga ratus dua puluh) hari secara beruntun, Babel masih mengalami penambahan sejumlah kasus harian baru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Jangan kendor! untuk membiasakan hal yang sebelumnya tidak biasa kita lakukan, yaitu : Menjaga jarak fisik aman minimal 2 meter, Memakai masker medis dan kain dengan benar, dan Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer selama 20 detik atau dikenal dengan trilogi Protokol kesehatan (Prokes) 3 M.

Prokes 3 M harus dijadikan perilaku hidup baru bagi seluruh lapisan masyarakat agar bisa hidup berdampingan dengan Corona virus yang belum usai dan pasca pandemi Covid-19 ini, beralih ke endemi nantinya.

Prokes 3 M merupakan vaksin sederhana dan merupakan bentuk ikhtiar kita selaku umat beragama guna menekan laju penularan Corona virus yang  kini mulai bermutasi dengan berbagai varian baru.

Hingga Jum'at (1/10/2021) di Babel, total pasien positif Covid-19 yang harus diisolasi atau dirawat secara intensif berjumlah " 863 " pasien.

Jum'at (1/10/2021) di wilayah Babel tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Total jumlah pasien meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 di Babel mencapai " 1.397 " jiwa.

Detail total kasus kumulatif Covid-19 di satu kota dan enam kabupaten di Provinsi Babel per tanggal 1 Oktober 2021, sebagai berikut :

  1. Kota Pangkalpinang : 13.410 kasus
  2. Kabupaten Bangka : 9.718 kasus
  3. Kabupaten Belitung : 7.618 kasus
  4. Kabupaten Bangka Tengah : 6.486 kasus
  5. Kabupaten Bangka Barat : 5.431 kasus
  6. Kabupaten Belitung Timur : 5.149 kasus
  7. Kabupaten Bangka Selatan : 3.449 kasus.

Selain, Trilogi Prokes 3 M. Di masa wabah Corona yang belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir, kita sebisa mungkin harus 2 M, yaitu : Menjauhi kerumunan atau keramaian, serta sudah saatnya mulai Membatasi mobilitas dan interaksi sosial, jika tidak ada hal yang benar-benar mendesak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved