Selasa, 12 Mei 2026

Harga Sawit dan CPO Capai Rekor Tertinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

Pasokan CPO yang masih rendah menjadi penyebab utama kenaikan harga CPO dan TBS sawit sepanjang 2021.

Tayang:
Editor: fitriadi
Istimewa/Dinas Panpertan Bangka
Petani sedang memanen sawit di perkebunan wilayah Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Petani, pengusaha dan perusahaan bergerak di bidang perkebunan sawit saat ini tengah menikmati hasil.

Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani sedang tingggi-tingginya.

Begitu pun harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) kembali mencetak rekor tertinggi baru.

Pasokan CPO yang masih rendah menjadi penyebab utama kenaikan harga CPO sepanjang 2021.

Pada Jumat (17/9/2021) lalu harga TBS kelapa sawit di tingkat pabrik CPO PT Gemilang Cahaya Mentari (GCM) Kabupaten Bangka kembali naik menjadi Rp2.670 per kg.

Sebelumnya pada tanggal 8 September 2021 lalu harga TBS kelapa sawit Rp2.590 per kg.

"Info dari pabrik PT GCM terhitung tanggal 17 September 2021 harga TBS kelapa sawit adalah Rp2.670/kg," kata Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Bangka, Jamaludin kepada Bangkapos.com, Jumat (17/09/2021).

Menurutnya, di antara faktor semakin naiknya harga kelapa sawit saat ini, karena banyak pabrik CPO kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku kelapa sawit, karena saat ini banyak kebun kelapa sawit sedang musim ngetrek atau berhenti berbuah.

"Musim ngetrek buah kelapa sawit ini jadi hingga 3 bulan ke depan, meskipun harga kelapa sawit semakin bagus, namun hasil panen buah saat ini memang sedikit," ujar Jamaludin.

Menurutnya, meskipun musim ngetrek namun sebagian kebun kelapa sawit yang masih usia produktif tetap masih ada menghasilkan buah.

"Mungkin saat ini hasil panen kelapa sawit hanya berkisar 35-50 persen saja," imbuh Jamaludin.

Terpisah Athung, petani kelapa sawit Kelurahan Lubuk Kelik Kecamatan Sungailiat mengakui saat ini kebun kelapa sawit miliknya juga sedang musim ngetrek.

"Apalagi untuk kelapa sawit yang berusia di atas 10 tahun kebanyakan sedang ngetrek, namun untuk kelapa sawit yang masih usia di bawah 10 tahun tetap masih berbuah dan bisa rutin dipanen," kata Athung.

Ditambahkan untuk harga kelapa sawit di tingkat petani saat ini lumayan tinggi dan bagus.

"Beberapa hari lalu saya ada jual ke pedagang pengepul dibeli seharga Rp2.430 per kg, harga ini sangat bagus dan tinggi, semoga ke depan harganya semakin tinggi," ujar Athung. 

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved