Harga Sawit dan CPO Capai Rekor Tertinggi, Ternyata Ini Penyebabnya
Pasokan CPO yang masih rendah menjadi penyebab utama kenaikan harga CPO dan TBS sawit sepanjang 2021.
Ekonom Sebut Harga Komoditas Masih Tetap Tinggi Hingga Akhir 2021
Harga sejumlah komoditas terlihat meroket sepanjang tahun ini.
Hal tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi global yang turut mendorong permintaan terhadap sejumlah komoditas.
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, prospek harga komoditas hingga akhir tahun ini masih tetap tinggi.
Baca juga: CEK ATM! Bantuan Rp900 ribu - Rp3 Juta Ini Ditransfer ke Nasabah BRI, BNI, Mandiri, BSI, hingga BTN
Baca juga: Cek NIK Kamu, Bantuan Rp 1 Juta Bisa Masuk ke Nasabah Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri, Ini Caranya
Pemulihan ekonomi global usai pandemi Covid-19 menjadi salah satu pendorong kenaikan harga saat ini.
Salah satu komoditas yang diuntungkan dengan kondisi saat ini adalah minyak sawit mentah atawa crude palm oil (CPO).
Selain permintaan yang naik, terhambatnya produksi CPO di Indonesia dan Malaysia juga mengerek harga komoditas ini.
Akan tetapi, Faisal melihat, kemungkinan normalisasi produksi CPO pada semester II-2021 bisa manahan laju kencang harga CPO ke depannya.
“Sementara untuk batubara, kami masih melihat harganya tetap tinggi di sisa tahun 2021 ini. Tapi ke depan, akan ada risiko harga akan koreksi karena stok batubara domestik China yang perlahan meningkat,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Jumat (24/8).
Baca juga: Buruan, Bank BRI Bagi-bagi Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Jaminan, Bebas Biaya Administrasi
Selain itu, jika dilihat secara umum, Faisal bilang, rencana Federal Reserve (The Fed) untuk mengurangi pembelian aset obligasi Amerika Serikat (AS) bisa mengurangi efek spekulasi di pasar keuangan global.
Hal ini berpotensi membuat dolar AS menguat dan aset berisiko seperti komoditas ditinggalkan.
Jika itu terjadi, harga komoditas berpotensi tertekan.
Selain itu, bagi komoditas yang diperdagangkan dalam dolar AS, akan menjadi lebih mahal untuk mata uang lainnya dan akhirnya menyeret permintaan terhadap komoditas tersebut.
Lebih lanjut, Faisyal menyebut, dengan adanya kenaikan harga komoditas tersebut, dampaknya terhadap Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga akhir tahun 2021 masih berpotensi tumbuh.
Sumber: Bangkapos.com/Edwardi/Kontan.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210909-ilustri-petani-sedang-memanen-sawit.jpg)