Senin, 18 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Ayam Ras Jadi Penyumbang Tertinggi Inflasi di Bangka Belitung Periode September 2021

Ayam ras mengalami inflasi sebesar 17,06 persen (mtm) setelah 3 bulan sebelumnya berturut-turut mengalami deflasi.

Tayang:
Penulis: Cici Nasya Nita |
pixabay / Ilustrasi ayam putih/ Tribunnews
Ilustrasi Ayam Ras - ayam ras mengalami inflasi sebesar 17,06 persen (mtm) setelah 3 bulan sebelumnya berturut-turut mengalami deflasi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Komoditas bahan makanan ayam ras menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Pulau Bangka Belitung.

Pasalnya, ayam ras mengalami inflasi sebesar 17,06 persen (mtm) setelah 3 bulan sebelumnya berturut-turut mengalami deflasi.

"Peningkatan indeks harga komoditas daging ayam ras dipengaruhi kebijakan cutting dan culling oleh Pemerintah pada September 2021 di tengah permintaan yang mulai meningkat," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika dalam rilis, Jumat (8/10/2021).

Inflasi komoditas tersebut terjadi pula di beberapa wilayah Indonesia termasuk di Sumatera seperti di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

Rata-rata harga daging ayam ras di Bangka Belitung meningkat dari Rp33.950/kg (Agustus 2021) lalu menjadi Rp42.600/kg (September 2021).

Mendadak KASAL Perintahkan Taifib Korps Marinir TNI AL Ratsus di Pantai Tanjung Kelayang

Sekadar informasi, Bangka Belitung pada September 2021 mengalami inflasi 0,53 persen (mtm) atau 3,29 persen (yoy).

Hal ini tentu berbeda dengan nasional, pasalnya pada September 2021 Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,04 persen (mtm).

"Inflasi pada September 2021 di Babel didorong oleh meningkatnya beberapa komoditas bahan makanan seperti daging ayam ras, beberapa jenis ikan (ikan selar, ikan tongkol, dan ikan kerisi), serta beberapa sayuran hijau," katanya.

Hal ini tercermin dari peningkatan indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,48 persen (mtm) dengan andil sebesar 0,510 persen.

Secara spasial, kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,60 persen (mtm) terutama meningkatnya harga daging ayam ras, ikan selar, sawi hijau, bayam dan kangkung.

Demikian pula halnya kota Tanjungpandan yang mengalami inflasi sebesar 0,38 persen (mtm) meningkat dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,28 persen (mtm).

Baca juga: Video Gisel Terbaru Pakai Baju Tidur, Rambut Terurai Goyang Bareng 2 Pria, Ditonton 4,7 Juta Kali

Inflasi di kota Tanjungpandan juga disumbang oleh komoditas daging ayam ras, ikan tongkol, kangkung, ikan bulat, minyak goreng dan ikan kerisi.

Inflasi pada September 2021 juga dipengaruhi oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring dengan peningkatan harga komoditas unggulan di Bangka Belitung terutama timah, Crude Palm Oil (CPO), dan karet. Hal ini mendorong permintaan konsumsi masyarakat.

Komoditas Lainnya

Selain ayam ras, ada beberapa komoditas lain yang menyumbang inflasi di Bangka Belitung.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved