Berita Pangkalpinang
Ayam Ras Jadi Penyumbang Tertinggi Inflasi di Bangka Belitung Periode September 2021
Ayam ras mengalami inflasi sebesar 17,06 persen (mtm) setelah 3 bulan sebelumnya berturut-turut mengalami deflasi.
Penulis: Cici Nasya Nita |
"Misalnya pada komoditas ikan-ikanan, beberapa jenis ikan memberikan sumbangan inflasi terutama ikan selar (0,139 persen), ikan tongkol (0,038 persen), ikan kerisi (0,027 persen), dan ikan kembung (0,024 persen)," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepualuan Bangka Belitung, Tantan Heroika.
Baca juga: Sudah Ditonton 4,7 Juta Kali, Viral Video Gisel Goyang Bareng Dua Pria di Kasur
Namun demikian beberapa jenis ikan mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi tertama ikan singkur (0,021 persen), ikan pari (0,012 persen) dan ikan bulat (0,006 persen).
Tekanan inflasi yang berasal dari komoditas ikan-ikan diperkirakan meningkat seiring masuknya musim penghujan di akhir tahun.
Inflasi kelompok makanan terjadi pula pada komoditas minyak goreng.
Pada September 2021 inflasi minyak goreng di Bangka Belitung sebesar 1,67 persen (mtm) atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 1,42 persen (mtm).
Baca juga: Kaya Mendadak Uang Koin Kelapa Sawit Dijual Rp 100 Juta, Kolektor Buka Suara
"Tekanan kenaikan harga minyak goreng masih terus berlanjut seiring dengan tren kenaikan harga CPO global.
Kenaikan harga tersebut merupakan dampak masih tingginya permintaan global, di tengah adanya kekhawatiran jumlah produksi," jelasnya.
Dia menambahkan dampak dari pandemi yang berkepanjangan memberikan tekanan pada hasil produksi, khususnya di Malaysia, karena berkurangnya jumlah pekerja migran seiring ditutupnya perbatasan akibat pandemi Covid-19 sejak Agustus 2021.
Sesuai data PIHPS pergerakan harga minyak goreng di Bangka Belitung naik dari Rp14.350/liter (Agustus 2021) menjadi Rp14.900/liter.
Secara tahunan, komoditas minyak goreng tercatat mengalami inflasi sebesar 11,31 persen (yoy).
"Dalam rangka meningkatkan efektifitas pengendalian inflasi tahun 2021 serta mencermati perkembangan Covid-19 dan upaya pencegahan penyebarannya, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memonitor perkembangan harga dan stok bahan pokok strategis, mempererat koordinasi antar pemangku kepentingan, serta mengedepankan pemenuhan pasokan dari dalam wilayah maupun melalui kerja sama antar daerah sehingga inflasi tahun 2021 dapat terjaga pada rentang 3±1 persen," katanya.
Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga terutama bawang merah, cabai rawit, cabai merah, serta beberapa jenis ikan (ikan singkur, ikan pari dan ikan bulat).
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210813-ilustrasi-doa-menyembelih-ayam-lengkap-dengan-tata-cara-dan-niatnya-menurut-islam.jpg)