Selasa, 7 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

Testing Covid-19 Baru 10 Persen, Pemkot Pangkalpinang Ubah Strategi

Kota Pangkalpinang ditargetkan melakukan tes Covid-19 sebanyak 30 orang per hari.

Penulis: Suhendri | Editor: fitriadi
Bangkapos/Riki Pratama
Warga Babel menjalani swab rapid test antigen di Labkesda Provinsi Bangka Belitung, pada Senin (13/9/2021) siang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kota Pangkalpinang ditargetkan melakukan tes Covid-19 sebanyak 30 orang per hari.

Hal itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, dan Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Coronavirus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua.

Namun, sejauh ini Kota Pangkalpinang belum mampu memenuhi target tes tersebut.

"Target itu maksudnya harus satu berbanding 30. Misal satu orang terkonfirmasi positif harus 30 orang yang masuk tracing, tergantung kalau memang dia menunjukkan gejala harus kita testing. Tetapi, sampai saat ini kita hanya 10 persennya tercapai, jadi cuma satu banding tiga dan tergantung jumlah kasus juga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim, Kamis (7/10/2021).

"Seperti kemarin, penambahan kasus kita ada 15 orang, harusnya itu dikalikan 30, tetapi kita cuma dikalikan tiga saja," ujar Hakim.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Penentu Naik Turunnya Level PPKM, 3 Daerah di Bangka Belitung Belum 50 Persen

Menurutnya, hal itu terjadi karena beberapa orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 enggan mengaku sudah bertemu siapa saja sehingga proses tracing menjadi sedikit terhambat.

Kendati demikian, pihaknya tetap meminta minimal 10 orang kontak erat dengan orang terkonfirmasi tersebut masuk tracing.

"Kalau penanganan itu kan sebetulnya dilihat dari fatality rate (kasus yang meninggal) dan bed occupancy rate (tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19) juga sudah berkurang. Kalau dibilang bisa berhasil ya berhasil, tetapi testing dan tracingnya secara tertulis tidak maksimal," tutur Hakim.

Ia menyebut upaya testing dan tracing tetap ditingkatkan agar penyebaran Covid-19 di Pangkalpinang tetap terkendali. Pemerintah Kota Pangkalpinang akan melakukan testing sebanyak-banyaknya.

"Jadi, yang ditesting itu tidak di-tracing lagi, yang kontak eratnya sudah langsung testing, dapat kasus langsung dikarantina," kata Hakim.

Pihaknya, lanjut dia, terus berupaya agar target testing coronavirus disease 2019 dapat tercapai.

"Jadi, kita sekarang ganti strategi, yang bergejala kita testing, tidak di-tracking lagi, jadi makin cepat prosesnya," ujarnya.

Meski positivity rate cenderung sudah menurun, pihaknya masih tetap melakukan tracing, testing, dan treatment (3T).

Menurut Hakim, 3T sama pentingnya dengan penerapan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"3T terdiri dari tiga kata, yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain," kata Hakim. 

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved