Bolehkah Merayakan Maulid Nabi, Ustaz Abdul Somad Beberkan Dalil dan Hukumnya
Ustaz Abdul Somad menyebutkan seperti keterangan Syekh Imam al-Suyuthi perayaan maulid nabi pertama baca Al-qur'an, sejarah nabi, tausiah dan makan.
Penulis: Widodo | Editor: Teddy Malaka
Seperti di Jawa Tengah tepatnya di Kota Solo dan Yogyakarta.
Kota itu merayakan Maulid Nabi dengan tradisi 'grebek maulid' yang mana prosesi ini diinisiasi oleh pihak kraton.
Sementara itu, tradisi Maulid Nabi yang dilakukan oleh masyarakat Mojokerto berbeda dengan cara orang Jawa Tengah.
Salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur itu merayakannya dengan cara menggelar upacara 'keresan'.
Diketahui, dalam prosesi keresan, masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan aneka hasil bumi yang diikat di atas pohon keres.
Pohon keres dan berbagai hasil bumi ini menjadi simbol kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa berkah bagi seluruh umat muslim di dunia.
Masih banyak lagi tradisi khas yang dilakukan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.
Peringatan maulid nabi tidak lebih dari sekedar ekspresi kegembiraan seorang hamba atas nikmat dan karunia besar yaitu kelahiran Muhammad Saw.
Dari beberapa pendapat ulama diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dipermasalahkan itu bukanlah peringatannya, akan tetapi cara memperingatinya.
Ketika dengan peringatan maulid kesadaran umat semakin bertambah, membangkitkan semangat menjalankan agama, menyadarkan generasi muda akan nabi dan keagungan agamanya, maka maulid menjadi sesuatu yang baik.
Akan tetapi perlu inovasi dalam peringatan maulid nabi, tidak hanya sekedar seremonial tanpa makna yang membuat umat terjebak pada rutinitas.
(Bangkapos.com/Widodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bagaimana-kalau-terlambat-datang-atau-telah-selesai-shalat-ied-ini-jawaban-ustadz-abdul-somad.jpg)