Inisial dan Pangkat Polisi yang Banting Mahasiswa Hingga Kejang Terungkap, Pelaku Diperiksa Propam

dipertengahan video tersebut tampak seorang polisi berbadan besar, berpakaian serba hitam tengah menahan dan menarik seorang mahasiswa. Tak lama ...

twitter.com/@nuicemedia
Video polisi banting mahasiswa saat demo viral, Kapolres Tangerang buka suara hingga ungkap kondisi korban. 

Inisial dan Pangkat Polisi yang Banting Mahasiswa Hingga Kejang Terungkap, Pelaku Diperiksa Propam

BANGKAPOS.COM, TANGERANG -- Identitas polisi yang membanting mahasiswa di Kabupaten Tangerang yang sedang melakukan unjuk rasa, Rabu (13/10/2021) siang, terkuak.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, anggotanya tersebut masih berpangkat brigadir.

Adapun inisialnya adalah NP yang memang bertugas sebagai pengamanan dan penjagaan aksi massa saat itu.

"Kepada oknum anggota berinisial NP pangkat Brigadir saat ini telah dilakukan pemeriksaan oleh Div Propam Mabes Polri dan Div Propam Polda Banten," jelas Wahyu di kantornya, Rabu (13/10/2021) malam.

Pasalnya, NP sudah meminta maaf secara langsung kepada korban bantingannya bernama M Fariz.

Baca juga: Video Gisel Terbaru Pakai Baju Tidur, Rambut Terurai Goyang Bareng 2 Pria, Ditonton 4,7 Juta Kali

Baca juga: Demi Wijin, Gisella Anastasia Rela Lakukan Ini hingga Video 19 Detik Viral dan Bikin Heboh

Baca juga: Pakai Baju Ketat, Tubuh Maria Vania Naik Turun Bagikan Gaya Olahraga Untuk Pengendara Motor

Polda Banten akan menindak tegas NP atas perbuatannya yang membahayakan masyarakat Kabupaten Tangerang.

"Bapak Kapolda Banten secara tegas akan menindak personel yang bertindak diluar SOP pengamanan. Beliau sudah berjanji langsung kepada korban dan keluarga korban," tegas Wahyu.

Diberitakan sebelumnya, Hari Ulang Tahun ke-389 Kabupaten Tangerang diwarnai oleh demo mahasiswa yang berujung kekerasan oleh aparat kepolisian, Rabu (10/10/2021).

Sebuah video beredar di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, ramai bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Bentrokan yang terjadi antar mahasiswa dan petugas kepolisian itu berawal, saat sejumlah mahasiswa hendak masuk ke dalam Gedung Bupati Tangerang.

Bahkan, dipertengahan video tersebut tampak seorang polisi berbadan besar, berpakaian serba hitam tengah menahan dan menarik seorang mahasiswa.

Tak lama kemudian, polisi yang disinyalir merupakan anggota Polresta Tangerang tersebut tiba-tiba saja membanting mahasiswa tersebut ke trotoar.

Seorang mahasiswa bernama Fariz diamankan oleh aparat Polresta Kabupaten Tangerang seusai bentrok dalam demo di Puspemkab Tangerang di Tigaraksa, Rabu (13/10/2021). (Foto: merekamtangerang). (Tribunnews.com/Fandi Permana)
Seorang mahasiswa bernama Fariz diamankan oleh aparat Polresta Kabupaten Tangerang seusai bentrok dalam demo di Puspemkab Tangerang di Tigaraksa, Rabu (13/10/2021). (Foto: merekamtangerang). (Tribunnews.com/Fandi Permana) (Tribunnews.com/Fandi Permana)

Bantingan tersebut sampai mengenai bagian tulang belakang dan bagian belakang kepala.

Baca juga: Kasus Subang, Cucu Tuti Suhartini Bikin Gambar yang Bikin Yoris Kaget, Polisi Yakini Satu Hal ini

Baca juga: Jangan Takut, Begini Siasat Hadapi Pinjol Ilegal yang Main Ancam bila Kamu Telanjur Berutang

Baca juga: Bisa Pilih Durasi, Begini 2 Cara Mudah Melacak Lokasi Seseorang Lewat WhatsApp

Saking kerasnya bantingan, suara benturan badan mahasiswa antara trotoar terdengar jelas di dalam video.

Tak lama kemudian, mahasiswa tersebut langsung kejang-kejang.

Tidak hanya itu, seakan tidak bersalah, anggota kepolisian tersebut langsung kabur meninggalkan mahasiswa tersebut.

Wahyu mengatakan, kalau nasib mahasiswa itu dalam keadaan sehat.

Dalam video klarifikasinya yang dikirimkan kepada TribunJakarta.com, mahasiswa gondrong tersebut sudah bisa jalan normal sambil memegangi pinggangnya.

"Kondisinya masih sehat semua, yang diamankan masih dilakukan swab dan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Wahyu saat dikonformasi.

"Yang bersangkutan akan kita bawa ke RS untuk dilakukan pemeriksaan medis," sambungnya.

Kendati demikian, pihaknya terus membantah tidak ada kekerasan dalam pengamanan demo tersebut.

NP anggota Polresta Tangerang (kiri) meminta maaf kepada Fariz atas perbuatannya yang kasar saat pengamanan unjuk rasa di Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10/2021) malam.
NP anggota Polresta Tangerang (kiri) meminta maaf kepada Fariz atas perbuatannya yang kasar saat pengamanan unjuk rasa di Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10/2021) malam. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Padahal, TribunJakarta.com sudah memberikan video amatir tersebut kepada Wahyu.

Baca juga: Wanita Kaya Berkepala Botak Ini Cari Suami, Janjikan Hadiahi Mobil, Tapi Tak Ada yang Berani Melamar

Baca juga: Cinta Tak Direstui, Pria ini Tinggalkan Pacar Penjual Sayur padahal Pendapatannya Rp 21 Juta/Bulan

Baca juga: Tinggal Klik!, Begini Cara Mudah Mematikan Koneksi WhatsApp Tanpa Harus Uninstall Aplikasi

Baca juga: Kumpulan Lengkap Kata-kata Bijak Maulid Nabi 2021, Cocok Dibagikan di Media Sosial

"Tidak ada kekerasan, kalau masih ada berarti oknum anggota tersebut akan saya tindak tegas," ucap Wahyu.

Video polisi banting mahasiswa saat demo viral, Kapolres Tangerang buka suara hingga ungkap kondisi korban.
Video polisi banting mahasiswa saat demo viral, Kapolres Tangerang buka suara hingga ungkap kondisi korban. (twitter.com/@nuicemedia)

Tapi ia mengatakan, kasus ini akan terus diusut hingga tuntas apa bila anggotanya terbukti melanggar tupoksi pengamanan demo.

Hingga saat ini, Wahyu belum membeberkan secara rinci inisial anggota tersebut dan dari satuan mana dirinya bertugas.

"Secara internal, tetap akan saya evaluasi tim Propam. Akan melakukan evaluasi terhadap SOP mengamankan massa. Hasil penilaian internal sebagai bahan untuk menindak anggota bila terbukti adanya kesalahan SOP," pungkas Wahyu.

(*/ TribunJakarta.com/ Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved