Jumat, 1 Mei 2026

Militer dan Kepolisian

Jika Coba Hentikan Penyatuan Taiwan, China Ancam AS dan Australia Bakal Hadapi 'Armageddon'

Para pakar China menyatakan, AS dan Australia dapat menghadapi "Armageddon" jika mereka berusaha menghentikan penyatuan kembali

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Defense Intelligence Agency 2019 China Military Power report
Militer China 

BANGKAPOS.COM-Hingga saat ini konflik China dan Taiwan bak api dalam sekam.

Konflik dua negara ini bisa menjadi lebih buruk karena melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Australia.

Bahkan menurut China, AS dan Australia dapat menghadapi "Armageddon".

Dilansir dari intisari-online, Armageddon adalah peristiwa besar di akhir zaman, yaitu perang dunia terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Para pakar China menyatakan, AS dan Australia dapat menghadapi "Armageddon" jika mereka berusaha menghentikan penyatuan kembali China dengan pulau Taiwan.

Bahkan perang itu bisa 10 kali lipat lebih besar daripada perang yang lain.

Pasukan tentara China saat melalukan latihan militer.
Pasukan tentara China saat melalukan latihan militer. (Sky News)

Ada beberapa alasan China bisa berkata seperti itu.

Pertama, dilansir dari express.co.uk pada Sabtu (20/11/2021), sekarang militer China berada pada atau mendekati kemampuan untuk menyerang Taiwan.

Laporan mengkonfirmasi bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah mencapai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan blokade udara dan laut, serangan siber, dan serangan rudal terhadap Taiwan.

Laporan mereka menemukan kapasitas laut dan udara PLA saat ini dapat meluncurkan kekuatan pendaratan awal sekitar 25.000 tentara.

Jumlah itu bisa membuat pasukan militer konvensional AS tidak bisa menghalangi serangan China kepada Taiwan.

Ini membuktikan bahwa China bersungguh-sungguh ingin menjalankan “Kebijakan Satu China".

Meski begitu, Presiden AS Joe Biden telah berjanji untuk membela Taiwan jika China menyerang.

Meskipun tidak ada hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, AS berkewajiban untuk mempertahankan pulau itu di bawah ketentuan Undang-Undang Hubungan Taiwan.

Apalagi AS menjual senjata ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved