Breaking News:

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel Komitmen Cerdaskan Masyarakat dengan Literasi

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung berkomitmen bangkit dari pandemi dengan literasi, masyarakat cerdas dan sejahtera.

Penulis: Widodo | Editor: fitriadi
Tangkapan layar Facebook (Widodo)
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung, Rakhmadi, S.PD., MA dalam acara dialog ruang tengah Bangka Pos yang dipandu oleh Host Rizky Wardianti. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung berkomitmen bangkit dari pandemi dengan literasi, masyarakat cerdas dan sejahtera.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung, Rakhmadi, S.PD., MA dalam acara dialog ruang tengah Bangka Pos yang dipandu host Rizky Wardianti.

Rakhmadi mengatakan, bahasa literasi sebetulnya komponen utama membaca berhitung, menulis dan komunikasi yang menjadi bagian dasar dari literasi.

Dia menyebutkan, sesuai motto dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, literasi ini tidak hanya mencerdaskan tetapi setelah cerdas bisa mencerdaskan sehingga masyarakat sejahtera.

"Outputnya adalah mencerdaskan dan mesejahterakan itu yang diinginkan," ujarnya dalam dialog tentang tersebut, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Bangka Belitung Raih Korpri Award 2021, Naziarto Sebut Ini untuk Seluruh Pengurus Korpri dan ASN

Menurutnya, progam dari Perpusnas melakukan program berbasis inklusi sosial.

"Jadi literasi sekarang keluar untuk merangkul stakeholder, sehingga program perpustakaan itu tidak lagi menjadi tumpukan buku yang didiami oleh petugasnya," bebernya.

Saat ini pihaknya membuka diri mulai dari anak usia dini SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi melakukan dalam hal pembacaan atau literatur yang diinginkan.

"Saya melakukan webinar tentang bangkitnya dari pandemi untuk Babel bisa menjangkau secara ekonomi kreatif Babel mantap yang dihadiri 90 orang secara virtual. Dari 34 provinsi menanggapi bahwa literasi di Babel hebat dan bisa menjangkau," ujarnya.

Selain itu, dari sisi kearsipan juga diangkat kembali. Hal ini agar masyarakat mengerti fungsi baca dan berhitung. Sebab, kalau tidak ada komunikasi maka literasinnya akan terhambat.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved