Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel Komitmen Cerdaskan Masyarakat dengan Literasi
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung berkomitmen bangkit dari pandemi dengan literasi, masyarakat cerdas dan sejahtera.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung berkomitmen bangkit dari pandemi dengan literasi, masyarakat cerdas dan sejahtera.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung, Rakhmadi, S.PD., MA dalam acara dialog ruang tengah Bangka Pos yang dipandu host Rizky Wardianti.
Rakhmadi mengatakan, bahasa literasi sebetulnya komponen utama membaca berhitung, menulis dan komunikasi yang menjadi bagian dasar dari literasi.
Dia menyebutkan, sesuai motto dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, literasi ini tidak hanya mencerdaskan tetapi setelah cerdas bisa mencerdaskan sehingga masyarakat sejahtera.
"Outputnya adalah mencerdaskan dan mesejahterakan itu yang diinginkan," ujarnya dalam dialog tentang tersebut, Senin (29/11/2021).
Baca juga: Bangka Belitung Raih Korpri Award 2021, Naziarto Sebut Ini untuk Seluruh Pengurus Korpri dan ASN
Menurutnya, progam dari Perpusnas melakukan program berbasis inklusi sosial.
"Jadi literasi sekarang keluar untuk merangkul stakeholder, sehingga program perpustakaan itu tidak lagi menjadi tumpukan buku yang didiami oleh petugasnya," bebernya.
Saat ini pihaknya membuka diri mulai dari anak usia dini SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi melakukan dalam hal pembacaan atau literatur yang diinginkan.
"Saya melakukan webinar tentang bangkitnya dari pandemi untuk Babel bisa menjangkau secara ekonomi kreatif Babel mantap yang dihadiri 90 orang secara virtual. Dari 34 provinsi menanggapi bahwa literasi di Babel hebat dan bisa menjangkau," ujarnya.
Selain itu, dari sisi kearsipan juga diangkat kembali. Hal ini agar masyarakat mengerti fungsi baca dan berhitung. Sebab, kalau tidak ada komunikasi maka literasinnya akan terhambat.
Dia menyebutkan, meskipun dalam bentuk perpustakaan namun pihaknya terus berupaya agar minat baca bertambah dengan mendatangkan pembaca ke perpustakaan.
"Oleh sebab itu pemerintah ada progam inklusi berbasis sosial yang dilakukan saat ini melalui pendekatan, kunjungan ke perpustakaan memberikan motivasi dan stakeholder terus kita gandeng," ucapnya.
Sebab, lanjut Rakhmadi tanpa melibatkan semua komponen maka tugas sangat berat karena minat baca masih kurang.
"Dengan cara melakukan sosialisasi, pemaparan dan langsung pada kontek mengikat mereka dalam kelompok kecil itu lebih baik ketimbang mereka disuruh membaca,".
"Sebab, minat baca di pedesaan belum sampai pengetahuan ini akan merubah sikap, prilaku dan mindset bagaimana hidup lebih baik mesejahterakan pada diri," ulasnya.
Baca juga: Maling 3 Ton Besi Kapal, Dua Pelaku Pencuri Dibekuk Tim Naga Polres Pangkalpinang, 1 Pelaku Buron
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211129_dinas-kearsipan-dan-perpustakaan-babel.jpg)