Selasa, 21 April 2026

Human Interest Story

Yazur dan Istri Terpaksa Tinggal di Pondok Sederhana, Simak Kisahnya

Seorang pria paruh baya bertumbuh tambun tinggal di pondok sederhana tanpa dinding yang layak selama 3 tahun bersama dengan istrinya.

Penulis: Arya Bima Mahendra |
bangkapos.com
Pejabat setempat dan Tim ACT saat memberikan bantuan kepada Yazur (52) dan istrinya. (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seorang pria paruh baya bertumbuh tambun tinggal di pondok sederhana tanpa dinding yang layak selama 3 tahun bersama dengan istrinya.

Hanya mengandalkan terpal dan atap asbes sebagai tempat berlindung dari panas dan hujan, pasangan suami istri ini tinggal di sana.

Ialah Yazur (52) dan istrinya, Herlina (49), seorang Warga Kelurahan Sripemandang Sungailiat yang tinggal di pondok sederhana berukuran 3x5 meter.

Dilengkapi sejumlah parabotan sederhana seperti kompor gas, dispenser dan sejumlah alat makan, pasangan suami istri tersebut hidup serba kekurangan.

Bahkan, untuk tidur dan istirahat pun hanya ada sebuah kasur kapuk yang sudah usang dan sangat tipis tanpa ada sprei yang menutupinya.

"Biasanya bapak (Yazur) yang tidur di kasur, saya tidurnya disini pakai selimut," ucap Herlina sambil menunjuk kursi papan panjang tempat ia tidur.

Saat disambangi Bangkapos.com, Rabu (1/12/2021), pasangan suami istri tersebut mengaku kesusahan secara ekonomi sejak 3 tahun terakhir.

Pasalnya, hal tersebut terjadi lantaran Yazur menderita penyakit gatal yang membuat dirinya tidak bisa bekerja dan kesulitan untuk beraktivitas.

Bahkan, dirinya tampak tak henti-henti menggaruk sekujur tubuhnya dengan sebuah tongkat bambu.

Mirisnya lagi, kedua kakinya juga sering mengalami nyeri dan ngilu sehingga menyebabkan jari kelingking dan jari manis kaki sebelah kanannya terpaksa harus diamputasi.

"Kalau sakit gatalnya ini udah 3 tahun, tapi kalau yang kaki ini baru bulan Januari kemarin," ucap Yazur.

Akibat dari penyakit tersebut, membuat dirinya tidak bisa bekerja sehingga kesulitan untuk mendapatkan penghasilan.

Bahkan rumah yang pada tahun 2018 lalu Ia bangun, terpaksa harus tertunda pembangunannya dan terbengkalai akibat tidak ada biaya.

"Jadi ini tanah warisan dari orangtua istri dan kebetulan waktu itu mau dibangun rumah karena pas lagi ada uang.

Tapi karena sakit, jadi enggak ada penghasilan lagi dan milih tinggal di pondok ini saja karena enggak ada uang kalau mau ngontrak," jelasnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved