Senin, 18 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Sopir Angkot dan Ojol Kelimpungan Saat BBM Langka

Teriknya matahari yang membakar kulit sepertinya tak menyurutkan niat sejumlah pengemudi roda dua maupun empat untuk antrean mendapatkan bahan bakar m

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto |
bangkapos.com
Sejumlah pengendara kendaraan roda dua maupun empat saat antre untuk mendapatkan BBM jenis premium, pertalite dan pertamax di SPBU 24.331.115 Jalan Depati Hamzah, Pangkalpinang, Minggu (12/12/2021) siang. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Teriknya matahari yang membakar kulit sepertinya tak menyurutkan niat sejumlah pengemudi roda dua maupun empat untuk antrean mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Seperti halnya yang terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada diPangkalpinang, Minggu (12/12/2021) siang.

Sebelum pintu gerbang dibuka, SPBU itu sudah diserbu ratusan pengendara kendaraan bermotor mulai dari motor hingga mobil.

Tak ayal akibat antrean kendaraan yang hingga memakan sebagian badan jalan itu mulai menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Depati Hamzah. Bahkan suara klakson kendaraan nyaring terdengar saat sejumlah pengendara mulai memenuhi badan jalan.

Kondisi kelangkaan BBM beberapa hari terakhir ini turut membuat masyarakat resah. Banyak juga sopir angkutan umum, angkutan dalam kota (Angkot) hingga pengemudi ojek online (Ojol) yang kelimpungan mencari BBM jenis premium, pertalite hingga pertamax.

Seperti halnya yang dirasakan Asep (35) seorang sopir angkot. Dimana dengan kelangkaan BBM ini turut berimbas kepada pekerjaanya yang terhambat karena harus mengantre BBM. Bahkan dia sampai tak menarik penumpang selama satu hari karena harus antre mendapatkan pertalite.

“Terhambat lah, sudah satu hari lebih hitungannya dua hari lah,” kata dia saat mengantre BBM di SPBU 24.331.115 Jalan Depati Hamzah, Minggu (12/12/2021) siang.

Dia mengaku kewalahan untuk mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir ini. Kondisi ini, menurut Asep, sudah berlangsung hampir lima hari.

Dengan begitu dia tak menampik mengalami kerugian karena tak mendapatkan pemasukan dari menjadi sopir angkot. Belum lagi dengan adanya wacana pembatasan konsumsi BBM oleh pemerintah Provinsi Bangka Belitung bagi kendaraan umum sebanyak 35 liter. “Ade lah rugi (Adalah rugi-red). Pernah juga cari penjual eceran tapi habis juga,” jelas Asep.

Sementara itu pengemudi Ojol Ridwan (28) juga mengeluhkan hal serupa. Dimana kelangkaan BBM berdampak buruk terhadap Ojol.

Tak ayal apabila kejadian ini terus berlarut-larut dapat mempengaruhi pendapatannya yang memang bergantung pada Ojol.

“Di mana-mana, stok BBM kosong. Kalaupun ada yang berisi, harus antre lama. Itu juga sangat mempengaruhi pendapatan kami,” ujar Ridwan saat antre BBM.

Ridwan berujar, banyak rekannya yang senasib dengan dia. Biasanya dalam satu hari para driver Ojol bisa mendapatkan hingga 15 orderan. Namun dengan sulitnya mendapatkan BBM seperti saat ini dia hanya menyanggupi sebanyak 8 orderan saja.

Hal itu itu bukan tanpa alasan, karena harus mempertimbangkan konsumsi BBM yang harus dikeluarkan. “Kalau misalkan 15 orderan makanan itu biasanya kita dapat Rp100 hingga Rp160 ribu. Tapi sekarang sengah saja, karen bensin juga kan kita pertimbangkan,” beber dia.

Dengan kelangkaan seperti ini kemudian ditambah adanya wacana pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang akan membatasi penggunaan BBM bagi sepeda motor maksimal 5 liter per hari, dia mengaku hal itu cukup baik jika dapat dilakukan.

Karena saat ini para Ojol tidak hanya berpatokan kepada SPBU, akan tetapi juga mengandalkan para penjual BBM eceran.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved