Berita Pangkalpinang
Sopir Angkot dan Ojol Kelimpungan Saat BBM Langka
Teriknya matahari yang membakar kulit sepertinya tak menyurutkan niat sejumlah pengemudi roda dua maupun empat untuk antrean mendapatkan bahan bakar m
Penulis: Cepi Marlianto |
“Ya kalau memang mau diatur seperti itu enggak apa-apa, baguslah. Apalagi harga BBM eceran sampai Rp15 ribu per liter,” cetusnya.
Hal berbeda justru dikatakan Mahmud (36). Dalam mengatasi sulitnya mendapatkan BBM driver Ojol ini memiliki trik lain. Dimana saat mendapatkan orderan dia berkendara tak seperti biasanya.
Kini dia berkendara dengan mengandalkan lampu indikator eco yang ada di sepeda motornya dan sudah tiga hari terakhir dia lakukan. Apalagi setelah dia mendapatkan pengalaman buruk setelah nyaris 2 jam mengantre di SPBU, belum sampai gilirannya mengisi BBM, petugas SPBU mengumumkan bahwa BBM di sana sudah habis.
“Untuk efisiensi BBM kalau bawa motor patokannya lampu indikator eco. Paling kenceng di bawah (Kecepatan) 60 kilometer per jam,” kata Mahmud.
Oleh karenanya, dengan kelangkaan BBM ini dia berharap pemerintah dapat turun langsung mengatasi permasalahan ini agar tak berlarut-larut.
“Kalau pendapatan jangan ditanya, pasti berkuranglah. Kita terpaksa antre BBM pada siang atau malam. Karena kalau sore banyak penumpang,” katanya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pangkalpinang-minggu-12122021-siangbangkaposcomcepi-marlianto.jpg)