Breaking News:

Berita Bangka Barat

Faktor Cuaca Harga Cabai Rawit Merah di Bangka Barat Melambung Hingga 78,18 Persen

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga cabai, di Kabupaten Bangka Barat mengalami lonjakan  yang cukup tinggi.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizki Irianda Pahlevy
Hendri (45) pedagang cabai saat berjualan di Pasar Muntok, Kamis (16/12/2021). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga cabai, di Kabupaten Bangka Barat mengalami lonjakan  yang cukup tinggi. 

Saat ini untuk harga cabai rawit merah per kilogram dikisaran harga Rp 110.000, cabai rawit hijau Rp 67.000, cabai merah Rp 43.000.

Bahkan saat ini diketahui untuk kenaikan harga cabai yang paling tinggi, yakni jenis cabai rawit merah yang menyentuh diangka 78,18 persen. 

Satu diantara pedagang cabai di Pasar Muntok, Hendri (45) mengatakan tingginya harga cabai, memang sudah kerap terjadi saat memasuki akhir tahun. 

"Masalah cuaca karena hujan gak bisa panen stok sedikit, karena itulah berlaku prinsip ekonomi semakin dikit barang semakin mahal. Ini tiap tahun kadang setahun itu dua kali, kalau yang kedua dekat lebaran," ungkap Hendri, Kamis (16/12/2021). 

Baca juga: Open BO Berakhir Tragis, Wanita Muda Asal Bangka Tewas di Tangan Pria Pembooking, Perhiasan Digadai

Baca juga: Ini Motif Pembunuhan Wanita Cantik di Belitung, Setelah Kenalan di Michat

Sementara itu Kasi Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat, Seviliana mengatakan kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak awal Desember 2021. 

"Kalau harga memang ada kenaikan cabai merah 26,29 persen dari awal bulan, cabai rawit merah 78,18 persen ini tinggi dan cabai rawit hijau 26,51 persen. Kalau yang lain itu normal, kalau daging ayam broiler juga naik sekitar 5,26 persen," jelas Seviliana. 

Cuaca  diungkapkan Seviliana menjadi faktor paling berpengaruh, dikarenakan mayoritas cabai diketahui berasal dari Pulau Jawa. 

"Gak bisa prediksi jadi kita lihat masih tinggi apa enggak, cuaca juga masih seperti ini mungkin dalam seminggu dua minggu ini masih," katanya. 

Operasi Pasar

Seviliana mengatakan pihaknya juga akan melakukan operasi pasar murah yang terbuka secara umum, di Lapangan Gelora Muntok selama tiga hari yakni 18 hingga 20 Desember 2021.

"Kalau dari Bangka Barat pasar murah tidak ada lagi, karena memang sudah selesai. Kemarin memang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu, kami juga bekerjasama dengan Provinsi ada Pasar murah," ucapnya. 

Baca juga: Pembunuh Cewek Asal Bangka yang Tewas di Kamar Hotel Belitung Ditangkap, Terungkap dari Rekaman CCTV

Baca juga: TERKUAK Motif Ilham Habisi Anggun di Hotel Belitong, Janji di Kamar 8 tapi Muncul dari Kamar Lain

Selain itu Pasar murah juga digelar dalam rangka, memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang puncak kegiatan akan diselenggarakan di Kabupaten Bangka Barat

"Nanti ada kegiatan HKSN bakal ada operasi pasar, harganya jauh lebih murah karena dia pakai harga distributor dari pangkalpinang dan ini terbuka untuk umum. Kalau pasar murah ini mungkin selisih, seribu sampai Rp 10.000 dari harga pasar," ungkap Seviliana.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved