Berita Kriminalitas
Dua Warga Bangka Tengah Diringkus oleh Densus 88, Diduga Terlibat Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah
Dua warga Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, yang diketahui berinisial IF (33) dan JAQ (38) diamankan oleh Densus 88.
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua warga Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diketahui berinisial IF (33) dan JAQ (38) diamankan oleh Densus 88 Anti Teror Polri. Keduanya diamankan diduga trekait jaringan terorisme.
Dua orang ini juga diketahui sebagai pimpinan pondok pesantren di Desa Nibung Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah.
Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi menyatakan kedua terduga teroris ini merupakan teroris dari Jaringan Kelompok Jamaah Islamiyah (JI).
"Benar ada dua orang terduga yang diamankan oleh Densus 88 Anti Teror Polri. Mereka diduga bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah," ungkap Maladi pada Senin (20/12/2021) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.
Baca juga: Dua Warga Koba Diamankan Densus 88, Kades Tak Tahu Info Penangkapan, Ini Kata Bupati Bangka Tengah
Baca juga: Ini Latar Belakang Dua Orang Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Anti Teror di Kecamatan Koba
Maladi mengatakan, dua orang ini diamankan di lokasi yang berbeda.
JAQ ditangkap di Jalan Kenanga, Padang Mulia Kecamatan Koba, sedangkan IF ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Koba. Kabupaten Bangka Tengah.
Maladi menyebutkan jika Polda Kepulauan Bangka Belitung dalam hal pengamanan ini hanya membantu proses back up Densus 88 Anti Teror Polri.
Mengenai informasi lanjutan dari penanganan dan penangkapan ini, Maladi mengatakan pihaknya juga masih menunggu informasi selengkapnya dari Densus 88 Anti Teror Polri.
Berprofesi Sebagai Guru
Diberitakan sebelumnya, dua warga Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) ditangkap Densus 88, Mabes polri, Jumat (17/12/2021) lalu.
Kedua warga ini berinisial FA (33) dan JK (38) yang diketahui berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah berasrama di Bangka Tengah.
Belum diketahui secara pasti penyebab mereka ditangkap polisi yang khusus menangani kasus teroris tersebut.
Saat dihubungi Bangkapos.com, Kapolres Bangka Tengah AKBP Moch Risya Mustario, tidak belum memberikan keterangan rinci.
Sebab menurutnya, Pihak Polda Bangka Belitung yang berwenang memberikan keterangan terkait hal tersebut.
"Untuk informasi terkait ini silahkan tanyakan ke Humas Polda Babel karena mereka yang berwenang dan tahu terkait ini," kata Risya saat dihubungi Bangkapos.com, Minggu (19/12/2021).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes (Pol) Maladi juga belum bisa memberikan keterangan banyak perihal penangkapan dua warga Kecamatan Koba tersebut.
"Kita hanya sebatas backup terkait ini ," kata Maladi, Sabtu (18/12/2021) saat dikonfirmasi melalui pesanWhatsApp.
Saat ini pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Densus 88, penangkapan itu.
"Kita masih menunggu info dari Densus 88. Belum tuntas, mohon bersabar," katanya.
Kades Tak Tahu Ada Penangkapan Terduga Teroris
Dua warga Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditangkap Densus 88, Mabes Polri, Jumat (17/12/2021) lalu.
Kedua warga ini berinisial FA (33) dan JK (38) yang diketahui guru di sebuah sekolah berasrama di Bangka Tengah.
Hingga saat ini belum diketahui keterlibatan mereka terkait penangkapan oleh polisi yang khusus menangani teroris tersebut.
Kepala Desa Nibung, Roni Pahrizal tidak mengetahui adanya informasi penangkapan dua guru di sekolah berasrama yang terletak di kawasannya.
"Gak ada info terkait penangkapan ini dan belum menerima sama sekali baik pihak kepolisian ataupun dari warga sendiri tidak ada yang heboh dan adem-adem saja," ungkap Roni, Minggu (19/12/2021) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.
Dikatakan Roni, sekolah asrama yang berdiri kurang lebih tiga tahun ini sangat berkembang pesat, bahkan banyak menyumbang anak-anak Tahfiz Qur'an.
"Alhamdulilah sejauh ini pesantren ini baik-baik saja, bahkan banyak menyumbang prestasi dan kemarin waktu lomba STQ kita juara 1 dan banyak anak-anak dari pesantren inilah yang ikut," ujarnya.
Dirinya yang tidak mengetahui kabar tersebut berharap agar semua baik-baik.
Berdasarkan pantauan Bangkapos.com, hingga saat ini aktivitas di pesantren ini pun masih normal, bahkan para siswa pun masih tampak bermain di sekitar halaman sekolah.
Bupati Minta Warga Tetap Waspada
Menanggapi hal ini Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman meminta warga untuk tetap waspada.
Bahkan ia juga meminta semua stakeholder terkait untuk lebih berhati-hati dan menyeleksi dengan baik warga yang masuk ke wilayah masing-masing.
"Infonya memang dua warga ini di tangkap namun kepastiannya belum kita ketahui, namun dengan informasi ini saya ingin menyampaikan bahwa situasi ini mengharuskan kita untuk tetap waspada atas segala sesuatu hal. Dan tentu ini juga menjadi warning (peringatan--red) untuk para RT, RW, Kadesa atau Lurah, Camat, dan Disdukcapil untuk saling berkoordinasi terkait dengan keberadaan warga disekitar," ungkapnya.
Baca juga: Kapolda Babel Tak Intervensi Kerja Densus 88 Soal Penyidikan Terduga Teroris Bangka
Baca juga: Dua Terduga Teroris Profesinya Guru di Sekolah Berasrama di Kecamatan Koba Bangka Tengah
Ia menilai sejauh ini, keberadaan pesantren tersebut baik-baik saja, di mana ajarannya masih sesuai dengan petunjuk dari Dinas Pendidikan dan Kementrian Agama.
"Untuk sementara pesantren ini tidak ditutup, karena sampai detik ini kita belum mendapatkan informasi yang lengkap, jika pun akan ditutup, tidak akan tiba-tiba kita cabut izinnya, karena langkah yang paling bijaksana adalah melakukan diskusi terlebih dahulu," kata Algafry.
(Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan/Sela Agustika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211229-maladi.jpg)