Minggu, 26 April 2026

Harga Ayam Naik, Akademisi Ekonomi Sarankan Solusi Ini Stabilkan Harga

Dosen STIE Pertiba, Suhardi tak memungkiri kenaikan harga ayam tentu kurang menguntungkan buat masyarakat.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Pedagang ayam di Pasar Modern Koba Bangka Tengah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pada awal tahun 2022 harga daging ayam potong terus mengalami peningkatan.

Di Kota Pangkalpinang misalnya, rata-rata harga ayam potong ini mencapai Rp45-Rp50 ribu per kilogram.

Dosen STIE Pertiba, Suhardi tak memungkiri kenaikan ini tentu kurang menguntungkan buat masyarakat.

"Apalagi daging ayam menjadi komoditas bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat, disisi lain komoditas pangan lain seperti telur, ikan dan daging sapi juga terpantau cukup tinggi. Akibatnya masyarakat harus mengeluarkan uang ekstra guna memenuhi kebutuhan pangannya," ujar Suhardi, Rabu (5/1/2022).

Dia menjelaskan dalam satu tahun terakhir terjadi fluktuasi harga daging ayam ras di Bangka Belitung, kenaikan harga ini bahkan telah melampaui HET sebesar Rp 35.000,00 yang ditetapkan Disperindag, berdasarkan data yang bersumber dari https://ews.kemendag.go.id/ dalam tahun 2021 (Januari - Desember) rata-rata kenaikan sebesar Rp36.000,00,

Bahkan periode bulan Desember 2021 mengalami rata-rata kenaikan sebesar Rp40.652,00, sebagai perbandingan untuk tahun 2020 (Jan-Des) rata-rata kenaikan sebesar Rp30.300,00, hal ini berarti komoditas ini dalam tahun 2021 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Naiknya harga daging ayam ini disebabkan karena permintaan yang cukup tinggi namun ketersediaan pasokan terbatas, pada bulan Desember sendiri setidaknya ada permintaan ayam untuk perayaan keagamaan, natal dan tahun baru.

Penjual Daging Ayam di Pasar Kite Sungailiat, Bangka, Rabu (5/1/2021).
Penjual Daging Ayam di Pasar Kite Sungailiat, Bangka, Rabu (5/1/2021). (Bangkapos.com/Dokumentasi)

Baca juga: Adu Cantik Nabila Maharani dan Mantan Pacar Tri Suaka, Malah Dianita Sari yang Kini Disorot

Baca juga: Resmi Naik di 2022, Inilah Harga Rokok Gudang Garam, Sampoerna Mild, Djarum Super, Surya, Marlboro

Sayangnya pemerintah kurang antisipasi terhadap potensi permintaan yang tinggi ini dengan melakukan pengamanan pasokan dari peternak mandiri dan pemasok besar yang ada di wilayah Bangka Belitung," lanjutnya.

Disisi lain, kenaikan harga ini karena konsumen tidak disediakan pilihan pasokan ayam kampung, karena harga ayam kampung cukup mahal sehingga tidak semua kalangan mampu menjangkau, akhirnya masyarakat tidak ada pilihan kecuali mengkonsumsi daging ayam broiler.

"Solusi dalam jangka pendek guna menstabilkan harga adalah pemerintah perlu mengambil langkah dengan mengajak para peternak besar, peternak kecil dan mandiri dan pedagang untuk dapat mematuhi HET yang telah ditetapkan, perbaiki tata niaga, dan dalam jangka pendek bila diperlukan lakukan operasi pasar terbatas," sarannya.

Namun dari semua, pembenahan harus dilakukan pada rantai pasokan dan tata niaga pasar dari daging ayam.

Pemerintah perlu meninjau pola kemitraan peternak besar dengan peternak kecil yang tampaknya belum menemukan titik keseimbangan.

"Kemitraan yang ada juga tampaknya mematikan usaha peternak mandiri dan peternak kecil, karena persaingan harga, pasokan anak ayam, serta pasokan bahan pakan yang tidak seimbang.

Menyerahkan mekanisme pasar semuanya pada peternak besar semata tentu tidak selamanya menguntungkan konsumen, apalagi mekanisme pasar tersebut hanya berbicara keuntungan dan saling mematikan," katanya.

Menurutnya, peternak besar juga tidak dapat disalahkan sepenuhnya, mereka mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk berinvestasi, membangun kemitraan, membangun pasar, menanggung risiko, menanggung naiknya obat-obatan dan harga pakan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved