Berita Pangkalpinang
Telisik Sejarah, Mari Berwisata Timah di Museum Timah Indonesia Muntok
Kota Muntok di Kabupaten Bangka Barat menyimpan berbagai potensi wisata. Tidak hanya keindahan alamnya, tapi juga memiliki daya tarik wisata sejarah
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kota Muntok di Kabupaten Bangka Barat menyimpan berbagai potensi wisata.
Tidak hanya keindahan alamnya, tapi juga memiliki daya tarik wisata sejarah.
Jika berkunjung ke Bangka Barat rasanya kurang lengkap bila tak mengunjungi Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok.
Di MTI Muntok kita bisa melihat kembali sejarah-sejarah penambangan timah hingga alat-alat yang digunakan dalam penambangan timah dari masa ke masa.
MTI Muntok terletak di jantung kota Muntok. Di museum sebesar 70 persen menghadirkan sejarah tentang pertimahan, sisanya berisi tentang sejarah nasional, melayu dan internasional.
MTI jug memiliki galeri perang dunia ke II.
MTI Muntok telah ditetapkan sebagai cagar budaya Bangka Barat semenjak diresmikan 13 Desember 2013.
Kini MTI menjadi daya tarik wisata dan salah satu tujuan wisata pengunjung, baik lokal bahkan mancanegara bila ke Bangka Barat.
Menurut Ketua MTI Muntok Fakhrizal MTI menjadi penunjang Pariwisata di Bangka Barat.
MTI menghadirkan wisata sejarah tidak hanya dari gedung tapi isinya juga akan membuat pengunjung ingin menelusuri setiap sisi museum.
Di MTI Muntok kita juga bisa melihat berbagai benda-benda bersejarah dan juga berbagai koleksi menarik lainnya.
"MTI mendukung pariwisata Bangka Barat serta penunjang pariwisata Bangka Barat. Selain wisatawan berkunjung ke gedung," kata Fakhrizal dalam rilis saat diterima bangkapos.com, Minggu (6/2/2022).
Jangan khawatir, jika berkunjung ke MTI juga akan ditemani oleh pemandu yang akan menjelaskan tentang setiap sejarah yang ada di MTI Muntok. Selain membaca, bisa juga berdiskusi dengan para pemandu di MTI.
"Ada tiga orang oemandu museum juga sebagai Pemandu wisata lokal, mereka telah memiliki pengetahuan sejarah dan cagar budaya kota Muntok, serta pengetahuan bahasa inggris,"tambahnya.
Pada masa pandemi MTI ,Fakhrizal mengakui tingkat kunjungan museum menurun. Dikarenakan aturan dan museum tutup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220206-museum.jpg)