Berita Bangka Selatan
Ada 17 Kasus DBD di Bangka Selatan, Dua Pasien Meninggal Dunia, Begini Pesan dr Agus Pranawa
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mencatat sebanyak 17 Kasus Demam Berdarah Dengu
Penulis: Yuranda |
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mencatat sebanyak 17 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang masyarakat di Basel. Di antara 17 kasus tersebut, dua orang meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan dr Agus Pranawa, mengatakan 17 kasus itu terjadi di Tahun 2022. Untuk menindaklanjuti hal tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan, telah menggeluarkan surat edaran.
"17 kasus tercatat dari 17 itu dua di antaranya meninggal dunia. Pemkab sudah keluarkan surat edaran bupati terkait peran serta masyarakat untuk menangani hal tersebut," kata dr Agus Pranawa, kepada Bangkapos.com, Sabtu (12/2/2022).
Kata dia, peran serta masyarakat dalam hal ini ialah, satu rumah melibatkan satu jumantik. Jumantik adalah orang yang melakukan pemeriksaan, pemantauan, dan pemberantasan jentik nyamuk, khususnya Aedes aegypti.
Serta masyarakat juga diminta menerapkan 3 M Plus, menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air dan hindari gigitan nyamuk tidur pakai kelambu dan memakai obat nyamuk.
Selain itu, lanjut Agus petugas dari Puskesmas setempat juga akan turut kelapangan ketik ada laporan kasus DBD, dan akan dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk menindaklanjuti dengan fogging.
"Sebelumnya fogging hanya membunuh nyamuk saja tapi tidak membunuh jentik nyamuknya. Jadi kami berharap peran serta masyarakat juga untuk mencegah DBD ini juga diperlukan, agar semuanya terhindar dari DBD," ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220212-dr-agus-pranawa.jpg)