Angkringan Mas Jendus Pangkalpinang, Jadi Ingat Jogja Terbuat dari Rindu, Pulang, dan Angkringan
Benar pula ada yang mengatakan Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan.
Menurutnya, pelanggan yang datang bisa semua kalangan.
Kebanyakan yang makan di angkringannya 70 persen di dominasi anak-anak muda, sisanya para orang tua.
Angkringan Mas Jendus seperti sudah memiliki kesan tersendiri di hati masyarakat.
Meski ada beberapa kafe yang buka di dekat angkringan tak lantas membuat usaha Agus ini sepi pembeli.
Roy (24) seorang pelanggan Angkringan Mas Jendus mengungkapkan alasannya sering nongkrong di angkringan ini karena tempatnya yang unik dan harga bersahabat.
"Di sini enak kalo ngumpul sama temen, makanannya enak-enak apalagi sambelnya juara," ujar Roy.
Angkringan ini memiliki satu gerobak yang berisi makanan khas seperti makanan Jogja, seperti nasi kucing, telur puyuh, hingga sate kerang.
Di samping gerobak juga terlihat beberapa tikar yang dibentang di atas trotoar.
Lalu di belakang disediakan meja lesehan serta meja kursi di dalam dan di luar bangunan yang dia sewa sejak dua tahun ini.
Nama Angkringan Mas Jendus sendiri diambil dari nama panggilannya.
Agus selaku pemilik Angkringan Mas Jendus turun tangan langsung membantu para karyawan.
Tak tanggung-tanggung, angkringan ini memiliki 6 karyawan dengan omzet di atas Rp20 juta per bulan.