Angkringan Mas Jendus Pangkalpinang, Jadi Ingat Jogja Terbuat dari Rindu, Pulang, dan Angkringan

Benar pula ada yang mengatakan Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan.

Editor: Alza Munzi
Bangkapos.com/Agis Priyani
Angkringan Mas Jendus di kawasan belakang Kantor Pos Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hari baru saja gelap, yang ditandai lampu-lampu mulai menyala di kawasan Jalan Hamidah, tepat di belakang Kantor Pos Pangkalpinang, Jumat (11/2/2022).

Namun, di sebuah gerobak tak jauh dari gedung Partai Golkar Pangkalpinang itu, suasananya tampak temaram.

Ada cahaya dari lampu di tengah gerobak, tetapi tak begitu terang.

Begitulah suasana Angkringan Mas Jendus, yang dibuat mirip-mirip di Yogyakarta.

Benar pula ada yang mengatakan Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan.

Jika rindu Jogja, mampir saja ke angkringan milik Agus Suprayoga (28) ini.

Angkringan yang buka sejak 2013 ini, merupakan angkringan mengusung konsep suasana Jogja pertama di Bangka Belitung.

Pada awal tahun 2013, Angkringan Mas Jendus buka di kawasan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Namun Agus selaku pemilik Angkringan Mas Jendus melihat ada potensi yang besar di Kota Pangkalpinang.

Sehingga ia memutuskan pindah ke Pangkalpinang tepatnya di Jl Hamidah, Kelurahan Batin Tikal, Kecamatan Tamansari, Kota Pangkalpinang pada 2014 hingga sekarang.

Pria kelahiran Jawa Tengah ini memulai usaha saat usianya 19 tahun.

Saat umur yang masih muda, dia berani membuka usaha dengan segala risikonya.

"Namanya merantau, harus bisa mandiri," ujar Agus saat ditemui Jumat (11/2/2022) malam.

Agus juga mengungkapkan dulu banyak orang yang gengsi makan di trotoar.

Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan tren yang meningkat, membuat orang menjadi familiar makan di trotoar.

Menurutnya, pelanggan yang datang bisa semua kalangan.

Kebanyakan yang makan di angkringannya 70 persen di dominasi anak-anak muda, sisanya para orang tua.

Angkringan Mas Jendus seperti sudah memiliki kesan tersendiri di hati masyarakat.

Meski ada beberapa kafe yang buka di dekat angkringan tak lantas membuat usaha Agus ini sepi pembeli.

Roy (24) seorang pelanggan Angkringan Mas Jendus mengungkapkan alasannya sering nongkrong di angkringan ini karena tempatnya yang unik dan harga bersahabat.

"Di sini enak kalo ngumpul sama temen, makanannya enak-enak apalagi sambelnya juara," ujar Roy.

Angkringan ini memiliki satu gerobak yang berisi makanan khas seperti makanan Jogja, seperti nasi kucing, telur puyuh, hingga sate kerang.

Di samping gerobak juga terlihat beberapa tikar yang dibentang di atas trotoar.

Lalu di belakang disediakan meja lesehan serta meja kursi di dalam dan di luar bangunan yang dia sewa sejak dua tahun ini.

Nama Angkringan Mas Jendus sendiri diambil dari nama panggilannya.

Agus selaku pemilik Angkringan Mas Jendus turun tangan langsung membantu para karyawan.

Tak tanggung-tanggung, angkringan ini memiliki 6 karyawan dengan omzet di atas Rp20 juta per bulan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved