Bukan Udah Nggak Sayang, Ternyata Ini Penyebab Gairah Menurun Setelah Setahun Menikah Kata dr Dina
seks memiliki peran penting untuk menjaga hubungan bertahan lama. Bagaimana jika gairah pasangan menurun setelah satu tahun menikah? ini penjelasannya
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Bagi sebagian orang, gairah pasangan yang menurun setelah menikah bisa jadi masalah besar yang membuat overthinking.
Kepikiran karena tak lagi sayang kah, ilfeel, atau mungkin karena kurang nyaman bisa jadi tebak-tebakan di isi kepalamu.
Melansir hallosehat.com, studi menemukan bahwa pasangan yang sering berhubungan seks minimal sekali seminggu merasa lebih bahagia dibanding pasangan yang jarang bercinta.
Hal ini menunjukkan bahwa seks memiliki peran penting untuk menjaga hubungan bertahan lama.
Baca juga: Inilah Obat Kuat Alami yang Membuat Suami Jago di Depan Istri, Kata dr Dina Oktaviani
Baca juga: Tante Ernie saat Pose Duduk Manja di Atas Karang Bening Banget, Pakai One Set Minim Bikin Heboh
Daripada membuatmu murung seharian, mending simak penjelasan dr Dina kali ini.
Lewat video TikTok-nya dr Dina mengatakan ada 4 poin yang menjadi penyebab gairah pasangan turun.
1. Memiliki masalah (hambatan) dalam komunikasi.
2. Berhubungan yang terlalu mononton/tidak ada variasi.
3. Perubahan hormonal akibat baru hamil atau melahirkan.
4. Keadaan psikologis, seperti stress atau perubahan emosional.
Nah, jika dari 4 faktor diatas kondisi kamu dan pasangan tidak masuk maka lebih baik diobrolin deh.
Agar tidak saling tuduh, komunikasi dalam rumah tangga memang nomor satu.

Sementara melansir Kompas.com, penelitian terbaru menemukan bahwa wanita kehilangan minat untuk berhubungan seks setelah 12 bulan menikah.
Dipublikasikan di British Medical Journal Open, survei mengumpulkan data dari 4.839 pria dan 6.669 wanita berusia 16-74 tahun.
Terungkap minat seksual mereka menurun seiring pertambahan usia, dan wanita mengklaim lebih cepat bosan untuk berhubungan seks dibanding pria.
Gairah wanita menurun ketika masih memiliki anak di bawah usia lima tahun dan setelah melahirkan.
“Kurangnya minat tersebut mungkin terkait dengan peran utama mereka. Faktanya bahwa dampak stres terhadap fungsi seksual lebih besar terjadi pada wanita dibanding pria, atau pergeseran perhatian untuk membesarkan anak," jelas studi tersebut.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Southampton University juga menemukan faktor-faktor seperti kurangnya kedekatan emosional, masalah komunikasi dan kesehatan yang menurun merupakan alasan menurunnya gairah seksual baik bagi pria dan wanita.
Baca juga: Begini Tanda-tanda Saat Wanita Mencapai Orgasme, Inez Kristanti: Rasanya Seperti Meledak
Baca juga: Curiga Ada Bekas Gigitan di Bagian Sensitif Istri, Suami Pasang CCTV, Akhirnya Bikin Syok
Faktor lain berupa kekerasan dalam hubungan seks di masa lalu. Bagi wanita, mulai padamnya gairah seks paling umum terjadi antara usia 55 dan 64 tahun, sedangkan untuk pria lebih muda, yakni usia 35 - 44 tahun.
Namun, para peneliti memastikan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kondisi ini ada kaitannya dengan menopause.
Pria dan wanita yang termasuk dalam penelitian tersebut mengaku mengalami penurunan libido, bahkan pada perempuan dua kali lebih besar penurunannya.
Secara keseluruhan, 34 persen wanita yang disurvei mengaku kurang berminat berhubungan seks, dibandingkan pria yang hanya 15 persen.
Mereka juga menemukan bahwa dua dari lima wanita berusia lanjut merasa tidak puas dengan kehidupan seks mereka, yang menurut para ahli karena stres dan tekanan kehidupan berkeluarga dan beban pekerjaan.
(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)