Militer dan Kepolisian
Terlibat Konflik di Ukraina, Inilah NATO dan CSTO, Dua Aliansi Militer Blok Timur dan Blok Barat
Salah satu hal yang menjadi pemicu konflik Rusia dan Ukraina adalah keinginan Ukraina masuk menjadi anggota North Atlantic Treaty Organization
Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM-Hingga saat ini konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina menjadi sorotan dunia.
Ketegangan yang terjadi di antara kedua negara bertetangga tersebut dinilai bisa melibatkan banyak negara-negara lainnya.
Salah satu hal yang menjadi pemicu konflik Rusia dan Ukraina adalah keinginan Ukraina masuk menjadi anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Sementara Rusia terang-terangan menolak keinginan Ukraina tersebut.
Jika Amerika dan sekutunya tergabung dalam persekutuan bernama NATO, Rusia juga memiliki aliansi militer bernama Collective Security Treaty Organization (CSTO) atau Organisasi Traktat Keamanan Kolektif.
Dilansir dari laman rbth.com, Collective Security Treaty Organization (CSTO) atau Organisasi Traktat Keamanan Kolektif adalah aliansi militer-politik antara enam negara pasca-Soviet: Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, Tajikistan, dan Kirgistan.
Baca juga: Teknologinya Didapat Secara Licik, China Sukses Bikin Pesawat Pembom Rahasia JH-XX, Ini Sosoknya
Dibuat pada tahun 1992 oleh negara-negara tersebut dan Uzbekistan juga, beberapa tahun kemudian, Azerbaijan dan Georgia bergabung dengan aliansi.
Namun, pada tahun 1999, Azerbaijan, Georgia, dan Uzbekistan memutuskan untuk tidak memperpanjang perjanjian dan menarik diri dari organisasi.
Seperti NATO, CSTO diciptakan untuk melindungi anggotanya dari agresi militer.
Serangan terhadap satu negara akan dianggap setara dengan serangan terhadap semua negara.
Anggota CSTO dilarang bergabung dengan aliansi militer lainnya.
Persatuan ini juga memiliki cabang-cabang yang bekerja sama melawan ancaman teroris, perdagangan narkoba, ekstremisme, dan bersama-sama menangani akibat dari bencana alam.
Baca juga: Tudingan Invasi Rusia Tak Kunjung Terjadi, Bantuan Senjata Canggih dari Barat Sudah Banjiri Ukraina
CSTO memiliki pasukan Collective Rapid (17-22 ribu orang), pasukan Collective rapid deployment (5 ribu orang) dan pasukan penjaga perdamaian Kolektif.
Sebelum situasi saat ini dengan Kazakhstan, ada dua momen dalam sejarah CSTO ketika anggotanya meminta bantuan.
Yang pertama terjadi pada tahun 2009, ketika Kirgistan menghadapi bahaya perang saudara, karena bentrokan parah antara diaspora Kirgistan dan Uzbekistan di selatan negara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220219-perang-rusia-vs-ukraina-kemungkinan-bakal-terjadi.jpg)