Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Status PPKM Pangkalpinang Level 3, Hunian Hotel Kembali Turun, Jam Kerja Karyawan Dibatasi Lagi

Menurutnya, kondisi seperti ini yang dirasakan pihak perhotelan hampir sama seperti awal-awal pandemi Covid-19.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi kamar di Hotel Manunggal Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejak akhir Februari 2022, bisnis hotel di Pangkalpinang lagi-lagi terpuruk.

Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang mencatat, tingkat hunian menurun drastis dibandingkan Januari.

Bahkan beberapa tanggal merah pun tak mampu mendongkraknya.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kota Pangkalpinang, Sumiati, menyebut, tingkat hunian hotel rata-rata hanya terisi 20-30 persen. Hotel bintang satu dan dua hanya terisi 2-3 kamar per harinya.

Sebelumnya, kata Sumiati , pihak hotel sudah kembali bangkit menjelang tahun 2022, yang membuat pihaknya optimistis tahun ini bisa kembali bangkit dan normal.

Bukan hanya tingkat hunian, menurut Sumiati, acara resepsi perkawinan ataupun kegiatan pemerintahan, maupun kegiatan lain yang memanfaatkan fasilitas di hotel pun berkurang.

"Yang tadinya di Desember kami sudah mulai berkembang dan naik luar biasa, setelah ditetapkan Pangkalpinang kembali (PPKM) level 3, kami kembali melesu, okupansi menurun drastis, kegiatan-kegiatan pemerintahan juga tidak ada," kata Sumiati kepada Bangkapos.com, Jumat (4/2/2022).

Menurutnya, kondisi seperti ini yang dirasakan pihak per hotelan hampir sama seperti awal-awal pandemi Covid-19.

"Di sisi lain, kami juga harus bertahan untuk operasional perusahaan, karyawan juga membutuhkan gaji, jadi seperti mengembalikan kami ke kondisi awal-awal Covid-19 kemarin," imbuhnya.

Dengan demikian, lanjutnya, mau tidak mau karyawan hotel kembali dibatasi jam kerjanya.

"Untuk kami sama-sama bertahan, mau tidak mau karyawan harus kembali dibatasi, durasi hari kerjanya yang kita bagi seminggu satu orang, hanya dua kali kerja. Ini otomatis berpengaruh pada gajinya, rata-rata semua hotel seperti itu kami bermain dijamin kerjanya," jelasnya.

Dia berharap, kondisi masih bisa seperti sediakala di mana pihak per hotelan masih bisa beroperasional dan kembali melayani tamu-tamu baik wisatawan lokal maupun nasional.

"Kita juga sudah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat menurut saya, sebelum masuk hotel. Kalaupun ada karyawan yang kurang sehat, langsung kita minta pulang, serta utamanya bukti vaksinasi sebelum masuk hotel harus ditunjukkan," kata Sumiati.

"Saya rasa kami sudah juah lebih siap, mestinya masyarakat tak perlu khawatir, dan pemerintah harapannya tidak terlalu mengetatkan dan izinkan kami untuk berjualan," tambahnya.

Diakui Sumiati, yang hingga kini masih menjadi penunjang memang masih dari event-event yang kerap kali diselenggarakan di hotel. Jika hanya mengandalkan okupansi hotel, masih belum cukup menutupi operasional.

"Tamu menginap itu memang kita butuhkan itu jualan kita, tapi belum bisa menutupi operasional perusahaan yang sangat menunjang itu event-event pemerintahan, meeting, hingga wedding itu yang hingga kini menjadi penunjang," tuturnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved