Human Interest Story
Kisah Yuherman, Penjual Tahu Sumedang Keliling, Berjalan Kaki dari Pangkalpinang hingga Sungailiat
Meski cukup berat, tanpa ada rasa mengeluh sedikitpun Yuherman tetap dengan tegaknya memikul dagangannya tersebut.
Penghasilan yang ia dapatkan selalu disisihkan untuk anak istrinya di Bandung sana. Walau tak seberapa, ia berjuang terus agar bisa memberikan nafkah kepada keluarganya.
Rasa rindu pada keluarganya di kampung halaman bukan tak dirasakan Yuherman.
Pertemuan keluarga dilakukan kala Lebaran tiba, menjadi penghilang rasa rindu setahun tak bertemu.
"Pulang setahun sekali kalau Lebaran aja. Tapi kemarin sempat enggak pulang karena Covid-19, jadi kangen sama keluarga," kata Yuherman.
Ia menuturkan, sang istri selalu setia menunggu di kampung halamannya. Begitupula dengan anak-anaknya.
Yuherman menjelaskan anak pertama dan keduanya sudah bekerja, sedangkan anak ketiga masih aktif berkuliah.
"Kalau yang terakhir itu perempuan, masih kuliah" ujarnya.
Bagi Yuherman tidak ada alasan untuk menjalani hidup dengan bergantung pada orang lain.
Ungkapan itu seolah menjadi pemicu agar sesulit apapun hidup ketika terus berjuang maka di sana ada jalan.
"Saya enggak suka kalau hanya nongkrong di rumah. Saya lebih memilih bekerja agar bisa makan sehari-hari dan sisanya buat keluaraga saya. Tidak perlu harus terlihat sedih kalau kita terus berjuang, karena sesungguhnya yang tidak berjuang itulah yang paling menyedihkan," tandas Yuherman. (Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)