Berita Bangka Selatan
DPPP Basel Kembali Mengadakan Bibit Sawit bagi Masyarakat, Disalurkan Sesuai Lahan Desa
Selain itu, pihaknya juga menganjurkan kepada desa untuk mempersiapkan biaya perawatan sawit sampai menghasilkan.
Penulis: Yuranda | Editor: Novita
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pertanian Pangan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan kembali mengadakan bibit sawit bagi masyarakat.
Bibit tersebut akan disalurkan ke desa setempat guna dikelola oleh desa tersebut.
Namun, Kepala Dinas PPP Kabupaten Basel, Suhadi, menyebut, belum diketahui pasti berapa banyak jumlahnya lantaran terkendala harga bibit sawit saat ini.
Sedangkan anggaran yang akan dipersiapkan untuk pengadaan bibit sawit tersebut senilai kurang lebih Rp1 miliar.
Sebelumnya pada tahun 2021 lalu, Pemkab Basel telah merealisasikan penyaluran sebanyak 15 ribu lebih bibit sawit.
"Kemungkinan jumlahnya sama seperti tahun kemarin. Namun kita melihat dengan harga bibit sawit terbaru, apakah naik atau tidak. Kalau tidak sama, namun kalau naik, pasti turun," kata Suhadi kepada Bangkapos.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/3/2022).
Setelah bibit sawit disalurkan kepada desa. pihaknya akan mengawasi dan mengawal bibit yang diberikan tersebut.
"Kami akan memonitor bibit yang sudah kami salurkan tersebut. Pengawasan tersebut akan kami lakukan secara bertahap. Kemudian, di masing-masing desa ada penyuluhnya, secara bertahap kami lakukan monitoring," tambahnya.
Setelah disalurkan kepada desa di Basel, ada beberapa desa yang sudah menanamnya dan ada juga yang belum ditanam. Untuk yang belum menanam bibit sawit itu, lantaran pihak desa masih mempersiapkan lahan.
"Ada beberapa yang belum. Bukan berarti tidak, namun masih mempersiapkan. Sedangkan desa yang lainnya sudah ditanam hampir 90 persen," ucap Suhadi.
Bibit Rusak Diganti Pihak Desa
Suhadi mengatakan, pihaknya tetap mengawal atau memantau bagaimana pemeliharaan yang dilakukan oleh pihak desa.
Selain itu, pihaknya juga menganjurkan kepada desa untuk mempersiapkan biaya perawatan sawit sampai menghasilkan.
"Selama tiga tahun itu kami kawal pemeliharaannya hingga menghasilkan. Kami juga menganjurkan ke desa untuk mempersiapkan biaya perawatan selama itu," imbuhnya.
Nantinya, hasil dari sawit tersebut akan dijadikan pendapatan asli desa yang digunakan untuk pembangunan di desa demi meningkatkan perekonomian di desa setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220308-kepala-dinas-pertanian-pangan-perikanan-kabupaten-bangka-selatan-suhadi.jpg)