Kemendag Tuding Kelangkaan Minyak Goreng Karena Ulah Oknum Nakal Penimbun

Kemendag menampik adanya isu minyak goreng langka di pasaran. Lantas apa penyebabnya?

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Yuranda
Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid bersama Wakilnya Debby Vita Dewi, Kapolres Bangka Selatan AKBP Joko Isnawan serta jajaran meninjau langsung kelangkaan minyak goreng di BJ Mart, Jalan Jenderal Sudirman, Toboali Bangka Selatan, Kamis (10/3/2022). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -

Kementerian Perdagangan menemukan sistem distribusi dan aliran minyak goreng terhambat lantaran adanya oknum nakal yang menimbun minyak goreng.

Masalah lain, di antaranya pemilik toko menjual minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah

"Ini irigasinya enggak lancar, kalau diilustrasikan sebenarnya alirannya untuk desa-desa eh malah ke kota, ada juga yang mungkin aliran distribusinya atau irigasinya dibukanya kecil-kecil ya ini dengan artian bahasa nimbun," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan dalam diskusi virtual: Minyak Goreng Makin Raib Makin Gaib, Selasa (8/3/2022) dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Warga Pangkalpinang Rela Antre Malam Hari Demi Dapatkan Minyak Goreng di Tempat Ini 

Oke Nurwan menampik adanya isu minyak goreng langka di pasaran.

Oke mengatakan, justru yang menjadi kericuhan dan dicari-cari masyarakat adalah minyak goreng murah yang sesuai dengan ketetapan HET.

"Minyak goreng ini enggak langka, tersedia hanya saja masalah yang dituntut di masyarakat itu adalah mana minyak goreng yang harganya Rp 14.000, mana yang Rp 13.500, dan mana yang Rp 11.500," ujar Oke.

"Jadi kalau mau nyari minyak goreng sebenarnya ada, minyak goreng mahal itu kalau dicari dimana-mana ada, pasti ada tapi yang ribut itu kan mana minyak goreng murahnya," sambung Oke.

Oke menjelaskan secara prinsip minyak goreng yang saat ini beredar adalah minyak goreng yang sudah dikategorikan murah. Sebab, pihaknya sejak tanggal 14 Februari 2022 kemarin, sudah mendistribusikan minyak goreng murah sebanyak 377 juta liter.

Kemendag mengungkapkan bahwa distribusi minyak goreng tersebut sudah dilakukan di 34 Provinsi di Tanah Air.

Hanya saja distribusi minyak goreng di pasaran terganggu karena adanya oknum nakal alias penimbun.

Oke juga mengatakan, dalam pendistribusian minyak goreng untuk sampai ke tangan masyarakat memiliki banyak proses.

Baca juga: Inilah 12 Jenis Honorer yang Bakal Diberhentikan dan Diberi Pesangon Lalu Diangkat Jadi Outsourcing

Kemudian yang menjadi permasalahannya, kata dia, belum sampai ke konsumen akhir, malah ada oknum yang masuk untuk mempermainkan harga.

"Belum sampai ke ujung, tapi Harga Eceran Tertingginya (HET) udah dimainin," kata Oke.

Oleh sebab itu, Oke mengatakan, pemerintah akan menggelar pasar rakyat langsung dengan minyak goreng curah yang dibanderol Rp 11.500 per liter.

"Ini dulu yang kita prioritaskan supaya bisa mengurangi tekanan di ritel modern sambil membereskan aliran distribusi baik harga ataupun irigasi-irigasinya tadi," pungkasnya.

Mendag minta pasang spanduk HET

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meninjau langsung harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (9/3/2022).

Dalam peninjauannya, Mendag menemukan satu permasalahan yaitu tidak ada satupun kios yang menjual minyak goreng sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Diketahui sebelumnya per 1 Februari 2022 kemarin, pemerintah telah menetapkan HET minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

"Minyak goreng, ada barangnya. Baik curah maupun kemasan. Permasalahannya hari ini, tidak ada satupun kios yang kita datangkan hari ini menjual minyak goreng sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah," ujar Mendag di sela-sela kunjungannya, Rabu (9/3/2022).

Melihat masih ada persoalan harga yang tak sesuai dengan HET di pasar Kebayoran Lama, Mendag berencana akan memberikan spanduk kepada pedagang pasar tersebut yang bertuliskan harga minyak goreng curah dibanderol Rp 11.500/liter atau Rp 12.800/kg.

Baca juga: Eko Septiansyah, Korban KKB Papua yang Berdarah Bangka, Sempat Video Call Ibu Sebelum Kejadian

Diharapkan dengan adanya spanduk tersebut, para pedagang pasar tidak bisa memainkan harganya lagi.

"Saya akan beri pedagang di sini spanduk yang ada keterangan harga HET supaya tidak lagi menjual di atas HET. Jadi masyarakat bisa memperoleh harga murah," beber Mendag.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi saat mendampingi Menteri Perdagangan meninjau barang pokok mengamininya.

Dia mengatakan belum semua pedagang menetapkan harga minyak goreng curah sesuai HET.

"Minyak goreng curah harusnya dijual Rp 11.500/liter atau Rp 12.800/kilogram tapi di pasar ini belum," kata Arief.

Oleh karena itu, Arief menugaskan kepada pihak Pasar Jaya untuk memasangkan spanduk yang bertuliskan harga minyak goreng curah Rp 11.500/liter atau Rp 12.800/kilogram.

Baca juga: Pemilik Binomo Ternyata di Indonesia, Bareskrim dan PPATK Sedang Telusuri, Sita Aset Rp1,5 T

"Nanti actionnya ke depan saya minta tolong pihak Pasar Jaya kita pasang spanduk saja. Spanduk yang bertuliskan harganya Rp 11.500/liter untuk curah atau Rp 12.800/kilogram. Nanti dengan Dirjen Perdgangan Dalam Negeri, kita koordinasikan," ungkap Arief.

Arief berharap seiring berjalannya waktu dan proses yang terus dilakukan, stok dan harga minyak goreng akan stabil hingga hari raya suci Idul Fitri.

"Kita berharap setelah ini, jelang puasa dan lebaran, stok dan harga minyak goreng akan stabil," pungkasnya. (Kompas.com/Elsa Catriana)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved