Jumat, 15 Mei 2026

Rudal Rahasia Iskander-M Milik Rusia ini Bisa Tipu Pertahanan Udara Lawan, Begini Cara Kerjanya

Untuk mencapai target utama, militer Rusia menggunakan rudal Iskander-M yang memiliki jangkauan hingga 500 kilometer atau sekitar 300 mil, dan ...

Tayang:

BANGKAPOS.COM -- Rusia dilaporkan menggunakan rudal rahasia Iskandar-M yang bisa tipu pertahanan udara lawannya.

Disebutkan, militer Rusia menggunakan rudal rahasia yang disebut 'decoy dart' atau umpan anak panah untuk menyerang sasaran di Ukraina.

Namanya Rudal Iskander-M yang ditembakkan melalui peluncur roket di Rusia dan Belarusia.

Rudal Iskander-M Moskow memiliki sistem umpan untuk mengelabui pertahanan udara musuh termasuk Ukraina.

Persenjataan berbentuk panah ini, awalnya dianggap sebagai bom cluster, dan telah terlihat di media sosial sejak awal invasi Rusia ke Ukraina.

Baca juga: Jusuf Hamka, Pria Sederhana yang Traktir Warga Makan di Warung Nasi Uduk, Ternyata The Real Sultan

Baca juga: Curhat Nurlinda Dwi Sukti si Crazy Rich Makassar Disorot, Doni Salmanan & Indra Kenz Disebut Pejuang

Baca juga: dr Aisah Dahlan Sebut Kesetiaan Wanita Usia di Atas 45 Tahun Menurun dan Ingin Ganti Suami

Baca juga: Banyak yang Tak Tahu Ini Bahaya Meniru Adegan Berhubungan Biologis dari Film Dewasa Kata Zoya Amirin

Baca juga: 22 tahun Berkuasa di Rusia, Inilah Deretan Kontroversi Vladimir Putin

Untuk mencapai target utama, militer Rusia menggunakan rudal Iskander-M yang memiliki jangkauan hingga 500 kilometer atau sekitar 300 mil, dan membawa hulu ledak yang jauh lebih kuat hingga dapat menghancurkan gedung-gedung besar dan beberapa fasilitas yang dibentengi.

A Russian Iskander-M mobile short-range ballistic missile launcher in 2019
A Russian Iskander-M mobile short-range ballistic missile launcher in 2019 (dailymail.co.uk)

Anak panah melindungi roket di Rudal Iskander-M dari rudal pertahanan udara musuh.

Dengan menggunakan teknologi pencari panas dan radar, rudal ni dapat mengelabui sistem pertahanan udara musuh.

Hal itu dikatakan seorang perwira intelijen AS kepada New York Times.

Mereka mengkonfirmasi anak panah yang digunakan, dan digambarkan, bekerja dengan rudal Iskander.

Beberapa rudal Iskander dilaporkan ditembakkan dari wilayah sekutu Rusia yakni Belarusia, yang telah menjadi landasan bagi invasi Rusia.

Memerangi rudal balistik jarak pendek ini telah terbukti menjadi tugas yang sulit bagi sistem pertahanan udara Ukraina yang mencoba mencegah serangan gencar yang menargetkan warga sipil di Kyiv dan Kharkiv.

Rudal ini, pertama kali digunakan dalam pertempuran pada tahun 2008 di Georgia.

Baca juga: Kumpulan Doa Pagi Hari agar Mendapat Berkah dan Rezeki, Lengkap dengan Artinya

Baca juga: Rusia Kena Sanksi Barat, Negara yang Pernah Bangkrut Ini Disebut-sebut Bakal Naik Daun

Baca juga: Biang Kerok Aplikasi Binomo Hilang bak Ditelan Bumi, Perjanjian Kramat ini Beredar

Baca juga: Sekolah Jepang kini Larang Siswinya Kuncir Rambut Kuda, Alasannya Bisa Timbulkan Gairah Seksual Pria

Menurut Center for Strategic dan Studi Internasional (CSIS), seperti dikutip dailymail.co.uk, Iskander dirancang untuk mengacaukan pertahanan rudal musuh, dengan terbang pada lintasan rendah dan bermanuver dalam penerbangan untuk menyerang target sejauh 500 km dengan akurasi 2-5 meter.

Persenjataan berbentuk panah ini, awalnya dianggap sebagai bom cluster, telah terlihat di media sosial sejak awal invasi Rusia.
Persenjataan berbentuk panah ini, awalnya dianggap sebagai bom cluster, telah terlihat di media sosial sejak awal invasi Rusia. (dailymail.co.uk)

"Kemungkinan akan dapat secara akurat menargetkan dan menghancurkan apa sasaran yang ditembakkan," kata Timothy Wright, seorang analis riset di Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) kepada Reuters.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved