Breaking News:

AS Marah Besar Gegara Rusia dan China Memperkuat Hubungan

Beijing tidak mendukung sanksi Barat, Gedung Putih menekan raksasa ekonomi itu setidaknya untuk menahan diri dari menyelamatkan Rusia dari potensi...

telegraph.co.uk
Amerika Serikat 

Para pejabat itu juga bertemu setelah media AS melaporkan Rusia telah meminta bantuan militer dan ekonomi kepada China.

Pasukan Rusia sedang berjuang untuk mencapai wilayah Ukraina dan ekonominya menghadapi kehancuran akibat sanksi Barat.

The New York Times, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan tidak ada indikasi China memberi tanggapan atas Rusia.

Dikatakan, China telah mengirimkan sinyal yang beragam tentang invasi berdarah Rusia.

Pejabat AS itu mengatakan masih belum mengetahui bagaimana Beijing akan bertindak.

Washington berharap Beijing dapat menggunakan pengaruhnya terhadap Putin..

Sementara Beijing tidak mendukung sanksi Barat, Gedung Putih menekan raksasa ekonomi itu setidaknya untuk menahan diri dari menyelamatkan Rusia dari potensi gagal bayar atau mengirim persenjataan.

Baca juga: Luna Maya Melongo Tahu Umur Tante Lala, Terucap Kata Luar Biasa saat Tahu Jumlah Pengikut TikTok-nya

Baca juga: Inilah Amalan yang Dibaca untuk Mengusir Setan dan Jin, Berikut Penjelasannya dari UAH

Baca juga: Pembalap MotoGP Nekat Bonceng 3 di Lombok, Malah Syok Lihat Kerbau Nyebrang Jalan: Mau ke Sirkuit?

Baca juga: Pohon Zaqqum, Makanan untuk Penghuni Neraka, Begini Penampakannya di Tengah Gurun Pasir, Arab Saudi

"Kami telah berkomunikasi dengan sangat jelas ke Beijing, kami tidak akan berdiam diri," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

“Kami tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk memberikan kompensasi kepada Rusia atas kerugiannya," tambahnya.

"Kami mengamati dengan cermat sejauh mana China atau negara lain dalam hal memberikan dukungan bentuk apapun, apakah itu materi atau ekonomi ke Rusia," katanya.

Price juga menekankan pengaruh luar biasa China atas Rusia.

Dia mengatakan dapat melakukan lebih dari yang mungkin dilakukan banyak negara lain untuk mengakhiri kekerasan yang tidak masuk akal ini, kebrutalan ini, pada perang yang direncanakan Putin," ujarnya.

Beijing menolak untuk secara langsung menanggapi laporan tersebut, sebaliknya menuduh Washington menyebarkan disinformasi" dengan jahat atas peran China dalam perang Ukraina.

Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan kepada wartawan, China telah memainkan peran konstruktif dalam mendesak perdamaian dan menyerukan negosiasi.

(*/ BangkaPos.com)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved