Kamis, 9 April 2026

Militer dan Kepolisian

Rusia Vs Ukraina, Inilah Empat Sistem Senjata yang Digunakan Ukraina Hadapi Rusia

Ukraina memiliki tiga sistem senjata yang digunakan sejauh ini, yaitu rudal anti-udara Strela, senjata anti-tank NLAW, dan drone TB-2 Bakraytar

Editor: Iwan Satriawan
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Tank Rusia dihancurkan oleh pasukan Ukraina di Luhansk. 

BANGKAPOS.COM-Perang antara Rusia dan Ukraina hingga Minggu (20/3/2022) sudah berlangsung selama 25 hari.

Belum ada tanda-tanda perang akan berakhir kendatu upaya perdamaian sudah dilakukan.

Dalam perang tersebut, Rusia menurunkan beragam peralatan militernya mulai dari tank, artileri, jet tempur hingga helikopter.

Sementara itu, Ukraina memiliki tiga sistem senjata yang digunakan sejauh ini, yaitu rudal anti-udara Strela, senjata anti-tank NLAW, dan drone TB-2 Bakraytar.

Bagaimana detailnya?

1. Rudal anti-udara Strela

Seorang tentara ketika membidik targetnya menggunakan rudal Strela
Seorang tentara ketika membidik targetnya menggunakan rudal Strela (Weaponsystems.net)

Melansir Popular Science, bantuan sebanyak 2.700 rudal anti-udara Strela dikirimkan Jerman ke militer Ukraina.

Pertama kali dikembangkan oleh Uni Soviet, senjata Strela sejenis dengan MANPADS atau sistem pertahanan udara portabel.

Senjata ini ditembakkan dari tabung yang dipasang di bahu.

Rudal Strela pertama diterjunkan pada 1968, dan senjata tersebut diterjunkan oleh banyak militer yang bersekutu dengan Soviet, termasuk Jerman Timur dari 1949-1990.

Senjata yang diberikan Jerman kepada Ukraina berasal dari gudang senjata Jerman Timur, artinya senjata tersebut berusia 31 tahun.

Ada tiga jenis utama dari rudal Strela, dengan seluruhnya menggunakan sensor inframerah untuk melacak target.

Versi pertama Strela, Strela-2, menggunakan sensor inframerah untuk melacak mesin helikopter dan pesawat lainnya.

Sedangkan, Strela 1 merupakan kendaraan yang tidak terkait dengan senjata anti-udara yang juga memulai debutnya pada 1968.

Dikarenakan harus mencari mesin dan panasnya, rudal itu terutama digunakan untuk menembak bagian belakang pesawat, setelah mereka sudah melewati serangan-serangan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved