Rabu, 29 April 2026

Ramadhan

Inilah Beda Hisab dan Rukyat dalam Penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal

Dalam menentukan 1 Ramadhan sering kali terjadi perbedaan. Ternyata terdapat metode penentuan bulan Ramadhan yang resmi digunakan oleh pemerintah.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Teddy Malaka
tribunnews.com
Marhaban ya Ramadhan 

Metode hisab bisa dilakukan berdasarkan perhitungan pasti yang sudah digelar jauh-jauh hari sebelum masuk bulan Ramadhan.

Metode ini mengalami perkembangan di Indonesia dan memiliki beberapa rujukan dari kitab dan sudah menggunakan metode kontemporer.

Untuk menentukan awal bulan Ramadan atau bulan yang lain dalam kalender Hijriah seperti Syawal dan Dzulhijah, Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan penggabungan data ephemeris antara hisab dan juga rukyatul hilal.

Kedua metode ini sudah tertuang di dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004, serta di dalam UU Nomor 3 Pasal 25A.

Mengapa terdapat syarat baku dalam menentukan hilal?

Karena tinggi hilal berada di bawah dua atau empat derajat, maka kemungkinan objek yang dilihat itu bukanlah hilal, melainkan bintang, lampu kapal, atau objek lainnya.

Sedangkan objek yang masuk dalam definisi hilal, yakni jika bulan yang dilihat memiliki ketinggian di atas dua derajat, maka sudut jarak matahari ke bulan itu juga tiga derajat.

Dan umur minimal delapan jam saat penetapan keputusan bersama tersebut.

Oleh karenanya, dibutuhkan syarat yang baku serta mumpuni dalam menentukan 1 Ramadhan ini.

Kenapa sering terjadi perbedaan antara hisab dan juga rukyatul hilal?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kedua metode ini memiliki kelemahan dan juga kelebihan masing-masing.

Bahkan pemerintah juga menggunakan penggabungan data ephemeris antara hisab dan juga rukyatul hilal.

Tahun ini, Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 01 Tahun 2022, telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 2 April 2022.

Namun menurut Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa atau LAPAN yang berada di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), itu memprediksikan munculnya hilal pada tanggal 3 April 2022.

Dari sini dapat kita lihat jika terdapat perbedaan satu hari antara kedua organisasi ini terkait penentuan 1 Ramadhan.

Kendati demikian, keputusan ini juga masih menunggu keputusan dari sidang isbat.

Pemerintah sendiri akan menentukan sidang isbat penetapan 1Ramadhan 1443 Hijriah pada hari ini, Jumat (01/04).

Sidang isbat ini akan menjadi pertimbangan awal dalam menentukan satu Ramadhan 1443 H.

(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved