Senin, 13 April 2026

Bacaan Niat

Cara Melaksanakan Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar Mulai dari Niatnya

Sholat jamak adalah satu di antara kemudahan yang bisa kita laksanakan dalam menjalankan sholat jika kebetulan memiliki halangan tertentu

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
via Tribunnews
Niat sholat jamak taqdim Dzuhur Ashar 

BANGKAPOS.COM - Simak penjelasan cara melaksanakan sholat jamak taqdim dzuhur dan ashar mulai dari niatnya berikut ini.

Sholat jamak adalah satu di antara kemudahan yang bisa kita laksanakan dalam menjalankan sholat jika kebetulan memiliki halangan tertentu dan memenuhi syarat.

Taruhlah misalnya ketika dalam perjalanan.

Ketika dalam perjalanan dan kurang memungkinkan untuk melaksanakan sholat, maka Anda bisa melaksanakan sholat jamak.

Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar.

Lantas bagaimana tata caranya?

Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita mencermati pengertian sholat jamak.

Jamak menurut bahasa artinya mengumpulkan.

Sedangkan menurut istilah, sholat jamak adalah mengumpulkan dua shalat fardlu yang dikerjakan dalam satu waktu dan dikerjakan secara berturut-turut.

Misalnya, mengerjakan sholat dzuhur dan ashar waktu dzuhur.

Pertama mengerjakan sholat dzuhur dan setelah selesai dilanjutkan dengan shalat ashar tanpa terpisah oleh dzikir atau kegiatan lainnya.

Sholat jamak merupakan salah satu kemudahan atau keringanan (rukhsah) yang diberikan Allah Swt kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Sholat jamak pernah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat ibnu Umar dikatakan:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيْغَ الشَّمْسُ أَخَرَّ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْرِ، ثُمَّ نَزَلَ يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا فَإِنْ زَاغَتِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ (رواه البخارى)

“Dari Anas ra, ia berkata, “Apabila Rasulullah SAW berangkat menuju perjalanan sebelum tergelincir matahari, beliau akhirkan shalat zhuhur ke waktu ‘ashar. Kemudian beliau berhenti untuk menjamak shalat keduanya. Dan jika matahari tergelincir sebelum ia berangkat, maka beliau shalat Zhuhur terlebih dahlu kemudian naik kendaraan.” (HR. Bukhari)

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved