Konflik Rusia dan Ukraina
Juru Bicara Kremlin Ungkap Banyak Tentara Rusia Tewas Bertempur di Ukraina
Rusia telah menarik pasukannya dari Kyiv dan mengalihkan sebagian besar fokus perangnya ke Ukraina timur.
BANGKAPOS.COM, MOSCOW - Rusia mengakui menderita kehilangan pasukan yang signifikan di Ukraina, saat invasi memasuki hari ke-44.
Juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov mengatakan kepada media Inggris, Sky News bahwa korban adalah "tragedi besar bagi kami".
Dia berharap Moskow akan mencapai tujuan perangnya dalam beberapa hari mendatang.
Komentar Peskov menyusul pengusiran Rusia dari dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Rabu (7/4/2022).
Baca juga: Rusia Sesalkan Tragedi Kematian Pasukan saat Ukraina Bersiap Hadapi Serangan Besar
Sekitar 93 dari 193 anggota Majelis Umum PBB memberikan suara mendukung teguran diplomatik, yang menyusul tuduhan pelanggaran hak asasi manusia massal oleh pasukan Rusia di kota Bucha yang sebelumnya diduduki di Ukraina utara. Moskow mengumumkan pengunduran dirinya dari dewan sebagai tanggapan.
Badan tersebut menyatakan "keprihatinannya yang besar atas krisis hak asasi manusia dan kemanusiaan yang sedang berlangsung", dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melakukan kekejaman lebih lanjut di Borodyanka, sebuah kota dekat ibu kota Kyiv.
Mr Peskov membantah saran bahwa pasukan Rusia bertanggung jawab atas eksekusi di kota Bucha dan mengatakan kepada penyiar bahwa "kita hidup di hari-hari palsu dan kebohongan".
Dia tanpa dasar mengklaim bahwa gambar warga sipil yang dibunuh di kota itu dipentaskan.
Namun, pengakuannya bahwa Rusia telah menderita korban yang signifikan sangat mengejutkan.
Pada 25 Maret, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 1.351 tentaranya tewas dalam pertempuran. Ukraina memperkirakan kematian di pihak Rusia hampir 19.000.
Namun, baik Rusia maupun Ukraina memperkirakan kerugian Rusia tidak dapat diverifikasi secara independen.
Analis telah memperingatkan bahwa Rusia mungkin meremehkan tingkat korbannya.
Sementara Ukraina dapat menggelembungkan jumlahnya untuk meningkatkan moral pasukannya.
Para pemimpin Barat percaya bahwa antara 7.000 dan 15.000 tentara Rusia telah tewas.
Baca juga: Indonesia Pilih Abstain, Inilah Negara yang Dukung dan Tolak Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB
Mr Peskov, yang telah menjabat sebagai juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin sejak tahun 2000, juga mengklaim bahwa Rusia sedang mencari cara untuk mengakhiri perang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220404-persenjataan-rusia-hancur-di-jalan-kota-bucha-ukraina.jpg)