Berita Pangkalpinang
Depresi Bisa Terjadi pada Siapa Saja, Ini Penyebab dan Bahayanya
Pada tingkat yang ekstrem, depresi memunculkan ide untuk bunuh diri, menyakiti diri sendiri, bahkan melakukan tindakan bunuh diri.
Penulis: Cepi Marlianto |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dosen Program Studi (Prodi) Psikologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Wahyu Kurniawan mengatakan, depresi dapat terjadi pada siapa saja di segala rentang usia. Baik usia produktif, menjelang senja, atau anak-anak di bawah usia 17 tahun.
Berbeda dengan stres, depresi masuk sebagai salah satu gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan rasa sedih berkepanjangan bahkan hilangnya harapan hidup.
Bahkan pada tingkat yang ekstrem, depresi memunculkan ide untuk bunuh diri, menyakiti diri sendiri, bahkan melakukan tindakan bunuh diri.
"Masalah depresi ini masuk salah satu fokus dalam isu kesehatan mental dunia, karena depresi merupakan masalah cukup serius," kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (12/4/2022).
Wahyu menjelaskan, depresi adalah gangguan mood atau suasana hati yang sedih dan terus memburuk lantaran seseorang tengah melalui masa-masa tidak menyenangkan dalam hidupnya.
Terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan terhadap depresi. Faktor pertama yang bisa membuat seseorang rentan terkena depresi ialah faktor biologis.
Faktor ini berhubungan dengan genetik dan neurotransmitter yang diturunkan secara genetik dalam keluarga. Dengan kata lain, orang dengan riwayat keluarga depresi lebih rentan mengalami hal yang sama.
Faktor psikososial, berhubungan dengan kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Sedangkan faktor spiritual, berhubungan dengan kondisi religi seseorang.
Individu yang memiliki masalah depresi, biasanya di pengaruhi berbagai hal misalkan ada rasa kehilangan mendalam, trauma masa kecil, beban pekerjaan atau tugas sekolah yang tinggi, salah pengasuhan, genetika, bullying, ekonomi, maslah teman sebaya hingga hubungan percintaan dan lain sebagainya.
"Istilah depresi merupakan istilah lama yang sering kita dengar. Siapa saja tentunya rentan dengan maslah depresi. Tentu perlu penelusuran jauh, karena sekolah tentunya punya cara khusus mengatur pendidikan dengan baik," terang Wahyu.
Di samping itu sambung dia, ada riset yang kuat mengatakan bahwa, semakin tinggi konsep diri semakin tinggi cara dia mengelola maslah dan bisa menepis adanya depresi.
Gangguan depresi masuk dalam kategori gangguan mood, merupakan periode terganggunya aktivitas sehari-hari, yang ditandai atau di cirikan dengan suasana perasaan.
Kemudian murung dan gejala lainnya termasuk perubahan pola tidur dan makan, perubahan berat badan, gangguan konsentrasi, anhedonia (kehilangan minat apa pun), lelah, perasaan putus asa dan tak berdaya serta pikiran bunuh diri.
Dikhawatirkan apabila gangguan depresif berjalan dalam waktu yang panjang atau distimia maka orang tersebut dikesankan sebagai pemurung, pemalas, menarik diri dari pergaulan.
"Karena dia kehilangan minat hampir di semua aspek kehidupannya," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dosen-prodi-psikologi-iain-sas-babel-wahyu-kurniawan.jpg)