Berita Pangkalpinang
Depresi Bisa Terjadi pada Siapa Saja, Ini Penyebab dan Bahayanya
Pada tingkat yang ekstrem, depresi memunculkan ide untuk bunuh diri, menyakiti diri sendiri, bahkan melakukan tindakan bunuh diri.
Penulis: Cepi Marlianto |
Kendati begitu kata Wahyu, ada beberapa langkah yang dapat mengatasi depresi. Untuk remaja perlu sedikit terbuka, bicara setiap ada masalah yang dihadapi.
Mencari hal-hal yang lebih rasional jika ada kemungkinan terburuk melanda. Misalkan jika ada tugas sekolah menumpuk langsungkan saja alihkan pikiran ke hal positif.
Bisa juga melakukan konsultasi dengan ahli misalkan ke guru bimbingan konseling, wali kelas, teman sebaya (konseling sebaya). Perlu melakukan penguatan positif hingga memperkuat agama.
Agar tak berujung pada depresi, mengatur stres dan marah juga harus dilakukan dengan cara tepat, seperti menyalurkannya pada orang yang bisa dipercaya serta melakukan kegiatan yang positif untuk ‘menyembuhkan' perasaan.
Selain itu, meningkatkan spiritualisasi dengan beribadah juga bisa mencegah depresi.
"Perkuat konseling teman sebaya, perkuat keberadaan bimbingan konseling aktif guru. Tentu saja orang tua dan guru perlu menjadikan ini perhatian khusus, karena anak adalah penerus bangsa," kata Wahyu.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dosen-prodi-psikologi-iain-sas-babel-wahyu-kurniawan.jpg)