Rabu, 20 Mei 2026

Jepang Keluarkan Peringatan Perang, Kawasan Asia Timur Kian Memanas

"Kita harus berkolaborasi dengan sekutu kita dan negara-negara yang berpikiran sama, dan tidak pernah mentolerir upaya sepihak untuk mengubah ..."

Tayang:
jsd
Jet tempur Jepang mengusir pesawat penyusup dari Rusia 

BANGKAPOS.COM -- Jepang keluarkan peringatan perang

Peringatan tersebut diketahui setelah Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida telah memperingatkan bahwa konflik bersenjata ala Ukraina bisa pecah di Asia Timur.

Dia mengatakan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting bagi Tokyo dan komunitas internasional.

"Kita harus berkolaborasi dengan sekutu kita dan negara-negara yang berpikiran sama, dan tidak pernah mentolerir upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan penggunaan kekuatan di Indo Pasifik, terutama di Asia Timur," kata Kishida dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kamis.

"Ukraina mungkin Asia Timur besok," tambah PM Jepang.

Baca juga: Mantan Suami Iqlima Kim Mendadak Muncul Serang Hotman Paris, Tantang Adu Kekayaan

Baca juga: Presiden Jokowi Undang Joe Biden untuk Hadir di G20, Tinggalkan Pesan ini di Buku Tamu Gedung Putih

Baca juga: Pose Luna Maya Berbalut Tory Burch dari Kepala Hingga Kaki, Ternyata Harganya Bikin Tercengang

Baca juga: 8 Doa Agar Dibukakan Pintu Rezeki Halal, Dimudahkan Mendapat Pekerjaan dan Segala Urusan Hidup

Baca juga: Terungkap Kondisi Iqlima Kim Mantan Aspri Hotman Paris Usai Ngaku Disantet, Akui Sudah Cek ke RS

Kishida mengatakan Jepang tetap berkomitmen pada masalah seputar Taiwan, yang ingin dikuasai Beijing, untuk diselesaikan melalui dialog.

Kapal Coast Guard Thailan Patroli di Laut.
Kapal Coast Guard Thailan Patroli di Laut. (Taipei Times)

Pulau itu menaikkan tingkat siaga tinggi tak lama setelah Rusia menyerang negara tetangga itu pada akhir Februari.

Menteri Luar Negeri Joseph Wu menyatakan harapan pada hari Sabtu bahwa China akan diberi sanksi jika mengancam pulau itu dengan kekuatan atau menyerangnya.

Taiwan dan China sebelumnya saling menuduh memicu ketegangan di kawasan itu.

Beijing menolak perbandingan Taiwan dengan Ukraina pada saat itu sebagai tidak pantas.

Menanggapi pernyataan Kishida baru-baru ini pada hari Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian memberi pernyataan.

"Jika pihak Jepang tulus menjaga perdamaian dan stabilitas di Asia Timur, maka itu harus segera berhenti memprovokasi konfrontasi negara-negara besar," katanya.

Bulan lalu, mengutip kampanye militer Rusia di Ukraina di antara alasan lain, Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang mengajukan proposal untuk memperbarui Pedoman Program Pertahanan Nasional, dokumen strategi militer utama negara itu.

Baca juga: Jangan Dianggap Sepele, Inilah 6 Tanda Paru-Paru Tidak Sehat

Baca juga: Cerita Pilu Para Nyai di Masa Penjajahan Belanda, Bagian ini Dilumuri Cabai Jika Lebih Memilih Cinta

Baca juga: JS Istri Durhaka, Lebih Memilih Jadi Pemuas Nafsu Pak Kades & Pergi dari Rumah, Camat Lakukan ini

Baca juga: Sosok Mantan Suami Iqlima Kim Akhirnya Muncul ke Publik, Merasa Difitnah Hotman Paris dan Ancam ini

Menurut media Jepang, langkah tersebut mencakup perubahan yang akan memungkinkan Jepang untuk memperoleh "kemampuan serangan balik" untuk menyerang pangkalan musuh dan pusat komando.

Rudal hipersonik YJ-21 China
Rudal hipersonik YJ-21 China (Naval Post)

Pada bulan Desember, AS dan Jepang menyusun rencana militer darurat sebagai tanggapan atas potensi konflik antara China dan Taiwan, menurut Kyodo News.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved