Berita Pangkalpinang
Tekan Angka Stunting, DKP Bangka Belitung Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan
Bangka Barat menjadi kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disorot pemerintah terkait masalah stunting.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bangka Barat menjadi kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang disorot pemerintah terkait masalah stunting.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung menurut E-PPGBM per bulan Agustus 2020, Bangka Barat menjadi kabupaten dengan angka stunting tertinggi dengan persentase 12,38 persen di Bangka Belitung.
Dalam hal menekan angka stunting, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sudah melakukan kampanye Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat (Babar), pada Kamis (19/5/2022) kemarin.
"Prevalensi Stunting Kecamatan Simpang Teritip tahun 2020 yakni balita 27,3 persen atau 606 balita dari 2220 balita diukur. Baduta (bayi dua tahun) 22,5 persen atau 209 dari 928 baduta diukur. Di tahun 2021 balita 23,0 persen 516 balita dari 2.238 balita diukur, Baduta 18,3 % 167 baduta dari 911 baduta diukur," jelas Kepala DKP Provinsi Babel, Agus Suryadi dalam rilis kepada bangkapos.com, Jumat (20/5/2022).
Baca juga: Pj Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin Ingin Hijaukan Kembali Lahan Bekas Tambang di Bangka Belitung
Baca juga: Peringati Harkitnas, Radmida Ajak ASN Hingga Masyarakat Move On Dari Covid-19
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga sebagai upaya yang bertujuan untuk bersama-sama membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan dengan harapan meningkatkan daya tahan tubuh.
Turut hadir dalam acara tersebut Fazar Supriadi Kepala BKKBN Provinsi Babel, Heru Warsito Asisten II Kabupaten Bangka Barat, Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten Bangka Barat, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), Camat, Kades serta Kepala Puskesmas Simpang Teritip, kegiatan ditutup dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan serta paket Gemarikan.
Kegiatan ini juga dihadiri 90 orang ibu-ibu Kecamatan Simpang Teritip, peserta yang hadir yang terdiri dari 13 orang ibu yang memiliki Balita, 30 orang ibu hamil, 18 orang ibu menyusui, 18 orang remaja dan 11 orang calon pengantin dengan diberi materi oleh narasumber Gubernur Babel yang diwakili Eko Kurniawan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.
Baca juga: Kebijakan Pemakaian Masker Dilonggarkan, Penjual Masker di Pasar Pangkalpinang Kurangi Kiriman Stok
Baca juga: Pj Gubernur Bangka Belitung Mengunjungi Desa Wisata Bukit Peramun Kabupaten Belitung
Pada kesempatan ini, Wakil Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Soen'an Hadi Purnomo mengkampanyekan tentang keutamaan makan ikan sebagai penyediaan gizi keluarga.
"Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani merupakan jawaban yang tepat dalam penyediaan gizi yang sehat, halal dan baik terhadap keluarga," kata Soen'an.
Menurut Soen'an, untuk meningkatkan konsumsi ikan di Provinsi Bangka Belitung, maka membudayakan makan ikan di masyarakat terutama kalangan generasi muda adalah suatu keharusan.
Melalui Safari Gemarikan ini diharapkan tumbuh kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan yang aman, sehat, dan halal dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.
Dia menambahkan, Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) merekomendasikan angka kecukupan gizi perkapita perhari adalah 57 gram protein perkapita perhari yang harus dipenuhi.
Untuk mencapai hal itu, maka ikan sebagai salah satu sumber protein yang murah dibandingkan dengan daging dengan segenap keunggulannya haruslah menjadi hidangan prioritas mulai sekarang.
"Ikan dapat diolah menjadi menu hidangan yang menarik melalui diversifikasi olahan seperti tingginya prevalensi stunting di Kecamatan Simpang Teritip yang notabene merupakan wilayah potensial produksi perikanan tangkap maupun perikanan budidaya," kata Soen'an.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)