Berita Pangkalpinang
Petani Kopi di Bangka Belitung Butuh Sentuhan dan Bimbingan
Geliat industri kopi di Bangka Belitung masih terus berkembang.Hal tersebut terbukti dari banyaknya kedai kopi yang terus bermunculan dibeberapa sudu
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Geliat industri kopi di Bangka Belitung masih terus berkembang.
Hal tersebut terbukti dari banyaknya kedai kopi yang terus bermunculan dibeberapa sudut ibu kota.
Minum kopi atau ngopi saat ini bukan hanya soal rasa, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
Namun rupanya meski terbilang kian menjamur tempat ngopi atau yang lebih dikenal kopi shop, kopi lokal Bangka Belitung justru nyaris tak dijumpai.
Dosen Agroteknologi Universitas Bangka Belitung (UBB) Maera Zasari menyebut, dari segi tempat tumbuh tanaman kopi tanah di Bangka Belitung sudah sangat memadai.
Baca juga: Alasan Rasa yang Kurang Enak, Kopi Lokal Kurang Diminati Sejumlah Kopi Shop di Pangkalpinang
Baca juga: Pengusaha Kopi Shop di Pangkalpinang Mengeluh Tingginya Pajak Restoran, Berharap Ada Keringanan
Kata Maera, memang banyak kopi di luar ditanam di dataran tinggi seperti perbukitan, namun di Bangka Belitung sendiri tidak banyak yang demikian dan biji kopi tetap dihasilkan sempurna.
Maera menyebut, petani kopi di Bangka Belitung sendiri banyak ditemukan di Kabupaten Bangka Tengah.
"Kita juga daerah dengan penghasil kopi tapi memang masih kecil, terutama daerah Bangka Tengah. Sebetulnya menarik untuk dikembangkan, kita sudah punya kopi, ada petaninya tapi benarkah kopi itu sudah dibudidaya dengan baik atau sudahkah dipasarkan dengan baik nah itu harusnya menjadi fokus," jelas Maera kepada Bangkapos.com, Minggu (22/5/2022).
Menurutnya, dari segi rasa sebetulnya kopi lokal Bangka Belitung tak kalah enak dengan kopi luar.
Hanya saja kata Meira sangat disayangkan petani kopi di Bangka Belitung kurang sentuhan dan kurangnya bimbingan.
"Sehingga kopi yang dihasilkan itu betul sempurna jadi tak kalah sama kopi luar, petani-petani kopi itu perlu pendampingan untuk membudidayakan kopi itu. Sehingga petaninya itu mengerti, berdasarkan pengalaman saya banyak petani kopi itu msih kurang mengerti budidaya yang baik seperti apa, setelah itu roasting yang baik itu bagaimana," jelasnya.
Maera mengatakan, setidaknya jika ada pendampingan, petani kopi akan lebih terekspose sehingga kopi Bangka Belitung juga ikut dikenali.
"Saya rasa akhirnya setelah pendampingan terus diekspose masyarakat mengenal kopi lokal, bahkan kita orang lokal lebih berminat untuk mencicipi kopi daerah kita sendiri. Atau bahkan kita orang Bangka lebih cocok dengan kopi kita sendiri nah kalau seperti itu untuk apa kita melupakan kekayaan kita sendiri kalau ada," ungkap Maera.
Baca juga: Inilah Alasan Kenapa Kopi Bisa Jadi Obat Kuat Para Pria, Simak Baik-baik Tips dr Samuel Oetoro
Baca juga: Inilah 5 Kopi Paling Mahal di Dunia, Nomor Dua dari Indonesia
Diakui Maera, ada beberapa kopi lokal Bangka Belitung yang tak kalah rasanya dari kopi luar yang sudah terkenal.
"Seperti kopi Satu Bangka itu juga enak, kopi Gedong di Belinyu itu juga enak. Nah kalau seperti itu sebetulnya tidak kalah kita sama daerah lain, tidak ada yang salah dari tempatnya, banyak yang bilang Babel ini tidak cocok tanam kopi yang betul itu petani kopi hanya kurang bimbingan tidak bisa mengolahnya dengan baik itu saja," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210626-sumardi.jpg)