Jumat, 10 April 2026

Alasan Orang Jepang Sopan dan Mengerti Adab, Bisakah Dicontoh Negara Lain?

Ketika kamu meninggalkan toko, bukan hal yang aneh pula melihat pramuniaga atau pelayan berdiri di ambang pintu sambil membungkuk

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
GABRIEL BOUYS / AFP
Seorang wanita melakukan upacara minum teh di Oita pada 5 Oktober 2019 

BANGKPOS.COM - Kita tak bisa menampik bahwa kedudukan Jepang selama 3,5 tahun di Indonesia adalah suatu mimpi buruk.

Dalam sejarah, kekejaman tentara Jepang di Indonesia pun tertulis lewat Romusha, Tragedi Mandor berdarah di Kalimantan Barat, hingga Jugun Ianfu.

Bagi penerus bangsa yang hidup di zaman sekarang, sepertinya sulit membayangkan apa yang terjadi pada saat itu.

Ditambah lagi imej Jepang yang kini terkenal sebagai satu diantara negara tersopan di dunia.

Budaya sopan dan santun di Jepang ternyata tak terbentuk secara instan.

Merujuk BBC,  Isao Kumakura, profesor emeritus di lembaga penelitian Museum Etnologi Nasional Osaka mengatakan etika dan adab orang Jepang berasal dari ritual formal upacara minum teh dan seni bela diri.

Upacara minum teh pun sudah menjadi tradisi di negeri sakura itu.

Tuan rumah upacara minum teh biasanya menyiapkan suasana yang nyaman untuk menjamu tamu.

Mulai dari memilih mangkuk, bunga, dan dekorasi yang paling tepat tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Para tamu, yang menyadari upaya tuan rumah, merespons dengan menunjukkan rasa terima kasih yang hampir penuh hormat.

Kedua belah pihak dengan demikian menciptakan lingkungan harmoni dan rasa hormat, yang berakar pada keyakinan bahwa kepentingan publik lebih diutamakan daripada kebutuhan pribadi.

Dari situlah muncul istilah "Omotenashi” atau semangat melayani.

Orang Jepang dikenal sopan dan beradab baik
Orang Jepang dikenal sopan dan beradab baik (iStock)

Perilaku tuan rumah dan tamunya dalam upacara minum teh kemudian dipraktekkan ke kehidupan sehari-hari.

Misalnya dengan menggunakan masker ketika flu agar tidak menulari yang lain, tetangga yang memberi bubuk deterjen ketika kamu membangun rumah, hingga staf restoran yang menyapa tamu sambil menunduk badan.

Ketika kamu meninggalkan toko, bukan hal yang aneh pula melihat pramuniaga atau pelayan berdiri di ambang pintu sambil membungkuk sampai kamu sudah tidak terlihat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved