Alasan Orang Jepang Sopan dan Mengerti Adab, Bisakah Dicontoh Negara Lain?
Ketika kamu meninggalkan toko, bukan hal yang aneh pula melihat pramuniaga atau pelayan berdiri di ambang pintu sambil membungkuk
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
Semua hal diatas adalah segelintir kebiasaan yang orang lain anggap begitu sopan di negara Jepang.
Tak hanya itu, barang-barang yang dibuatdi Jepang juga menerapkan prinsip omotenashi.
Sebut saja, pintu taksi uang terbuka secara otomatis hingga lift yang meminta maaf karena membuat kamu menunggu
Dalam budaya Jepang, semakin asing orang tersebut bagi mereka, maka akan semakin sopan pula sikapnya.
Keyakinan untuk tidak berbuat buruk kepada orang lain pun sudah ditanamkan sejak kecil, kata Noriko Kobayashi, kepala pariwisata sebuah konsorsium.
Demikian pula, dalam kode etik samurai, kasta militer.
Kesopanan dan kasih sayang adalah nilai inti Bushido (Jalan Prajurit) yang kuat dan sangat terampil dalam seni bela diri.
Ajaran-ajaran soal adab baik ini memang menuntut penguasaan atas emosi seseorang, ketenangan batin dan rasa hormat terhadap orang lain, termasuk musuh.
Hal yang luar biasa tentang negara Jepang itu sendiri adalah kesopanan yang seolah menular seperti penyakit campak.
(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220608-seorang-wanita-melakukan-upacara-minum-teh-di-oita-pada-5-oktober-2019.jpg)