Selasa, 19 Mei 2026

Peran Perempuan Kelola Sampah Jaga Lingkungan (KSM Kawa Begawe)

Fitri merupakan Bendahara KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) KSM Kawa Begawe sejak tahun 2015

Tayang:
Penulis: Edy Yusmanto |
Bangkapos.com/Edy Yusmanto
Fitri (41) sedang memilah sampah di KSM Kawa Begawe 

BANGKAPOS.COM -- FITRI (41) tak pernah bermimpi bisa begitu dekat dengan sampah. Sejak 2015, ia berusaha mengenali apa itu sampah hingga bisa bermanfaat dan menjadi bagian gerakan nyata peduli lingkungan. 

Pagi itu cuaca cukup cerah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reuse Reduce Recycle) KSM Kawa Begawe Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/6/2022). Tumpukan karung sampah dan aroma khas menjadi menu pembuka bagi siapapun yang memasuki kawasan yang terletak tepat di belakang Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II Kota Pangkalpinang ini. 

Dari sisi lain, sejumlah pohon buah seperti mangga, rambutan, jambu hingga ceri menjadi pagar hidup yang membuat kawasan ini terlihat hijau.

Di kejauhan Fitri terlihat wara wiri di tumpukan karung sampah non organik. 

Sembari membawa pisau kecil, jemarinya lincah membuka setiap karung plastik satu persatu. Karung berisi beragam sampah non organik itu dikeluarkan Fitri. Mulai dari botol air mineral, plastik bekas makanan ringan, ember pecah, baskom bolong, plastik kresek hingga besi-besi karat.

Semuanya dipisah dan dikelompokkan dalam karung lain sesuai jenisnya. Itulah bagian dari pemilahan sampah sebelum diangkut dan bernilai ekonomi. 

Fitri merupakan Bendahara KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) KSM Kawa Begawe sejak tahun 2015. Perjalanan Fitri bersahabat dengan sampah hingga saat ini tak sengaja. Kala itu, Fitri diminta hadir ke acara pertemuan di Kantor Kelurahan Selindung

Ternyata ada pembahasan soal pembentukan KSM Kawa Begawe sebagai operasional TPST 3R yang merupakan program Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dalam rapat itu, Fitri dipercaya menjadi bendahara. Meski tak tahu soal sampah, warga Perumahan Pinang Mas Blok C No 2 Selindung ini berani mengiyakan tawaran itu. 

"Sebagai ibu rumah tangga, awalnya tidak tahu mengelola sampah. Tahunya sampah itu busuk dan dibuang. Ternyata, bisa diolah dan menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Fitri kepada Bangka Pos. 

Tak banyak perempuan yang berstatus ibu rumah tangga mau bergelut dengan sampah begitu juga Fitri. Ibu dua anak ini sebenarnya dilarang suami berkecimpung langsung dengan sampah. Dorongan akan peduli lingkunganlah yang membuat Fitri teguh untuk mengambil peran ini. 

Setiap hari, Fitri bersama rekan-rekan KSM Kawa Begawe yaitu Jamil, Agus dan Mega berkomunikasi soal sampah. Fitri dan Mega bertugas untuk mensortir sampah non organik. Sedangkan, Jamil dan Agus menjadi tenaga operasional yang mengambil sampah di rumah-rumah warga. 

Dalam satu hari, ada sekitar 250 rumah warga yang akan dikunjungi untuk diambil sampahnya. Minimal satu rumah ada sekitar dua kilogram sampah, jadi ada sekitar 500 kilogram atau setengah ton sampah yang dikelola KSM Kawa Begawe ini. 

"Bangunan ini (KSM Kawa Begawe) ini jadi awal tahun 2016, kalau tidak salah Januari. Maret 2016 kami sudah mulai operasional. Kami mulai ambil sampah masyarakat itu sekitar 50 rumah waktu itu, belum segitu (250 rumah). Akan tetapi, seiring berjalannya waktu sistem kerja berubah. Saya dan Mega standby di KSM. Sedangkan Pak Jamil dan Agus direkrut menjadi honorer kelurahan atau Satgas Kasi (Satuan Tugas Kebersihan). Dan mereka fokus ambil sampah warga, kini lebih banyak mencapai 500-600 rumah," papar Fitri. 

Fitri (41) bersama Mega dan  Zul sedang memilah sampah non organik di KSM Kawa Begawe Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/6/2022).
Fitri (41) bersama Mega dan Zul sedang memilah sampah non organik di KSM Kawa Begawe Kelurahan Selindung Kecamatan Gabek Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/6/2022). (Bangkapos.com/Edy Yusmanto)

Ada sejumlah alat yang telah tersedia di KSM Kawa Begawe. Di antaranya mesin pencacah sampah, motor pengangkut sampah hingga bak pengolahan pupuk dari sampah organik. Fitri mengaku sarana dan prasarana ini masih digunakan secara baik.

Peran aktif pemerintah Kota Pangkalpinang melalui dinas terkait, hingga kecamatan dan kelurahan Selindung menjadikan KSM Kawa Begawe masih tetap eksis hingga saat ini. 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved