Jumat, 10 April 2026

Harga Sawit

Kabar Baik dari Mendag, Harga Sawit Diperkirakan Naik Sebulan Lagi

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memperkirakan harga sawit akan naik dalam sebulan ke depan.

Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM/Edwardi
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Bangka, Jamaludin sedang melakukan panen kelapa sawit di kebun miliknya. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memperkirakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit akan naik dalam sebulan ke depan. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Keluh kesah petani sawit kecil soal murahnya harga sawit akhirnya mendapat respon dari Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan memperkirakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit akan naik dalam sebulan ke depan.

Seperti diberitakan Bangkapos.com, saat ini harga sawit rakyat di sejumlah daerah Indonesia anjlok hingga ada yang hanya Rp 300 per kilogram.

Kondisi ini terjadi sebulan setelah Presiden Jokowi mencabut larangan ekspor crude palm oil (CPO).

Baca juga: Harga TBS Sawit Terus Merosot, Petani Benar-benar Terpuruk, Buah Sawit Bakal Membusuk di Pohon

Keputusan pemerintah membuka kembali kran ekspor CPO ternyata tidak membuat harga sawit naik, tapi sebaliknya turun.

Zulkifli Hasan menjelaskan, penyebab harga sawit menurun lantaran ekspor CPO belum lancar sehingga stok CPO alias minyak mentah di tangki masih penuh.

"Pabrik itu tangkinya penuh, pabrik enggak bisa produksi, jadi mau ditaruh di mana, masa mau ditaruh di gelas. Kalau enggak bisa produksi, petani jual sawit yang mau beli siapa? ada yang beli harganya murah," ujarnya kepada media di presroom Kemendag, Jumat (24/6/2022),  dikutip dari Kompas.com.

"Kalau 2 minggu berarti ekspornya sebulan lagi lancar. Kan gak bisa simsalabim. Kalau ekspor sebulan lagi lancar berarti kira-kira pabrik akan ngolah lagi. Mungkin sebulan lagi naik tuh (harga TBS sawit)," kata Zilkifli Hasan.

Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Petani Sawit

Nasib petani sawit kecil sedang terpuruk akibat anjloknya harga sawit rakyat.

Jatuhnya harga sawit rakyat terjadi di sejumlah daerah Indonesia.

Setidaknya ada tiga pemicu rontoknya harga sawit rakyat, mulai dari stok CPO melimpah, proses perizinan yang lambat hingga kualitas CPO menurun.

Untuk itu, pemerintah diminta  memperhatikan nasib petani sawit kecil dan segera mengambil langkah stategis untuk mengatasi anjloknya harga sawit rakyat.

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Sitorus mengatakan, saat ini nasib petani sawit kecil mengenaskan.

Deddy menganalogikan nasib para petani itu ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved