Breaking News:

PPDB Tahun 2022

Seputar PPDB Jalur Zonasi dan Jalur Afirmasi, Dr Ibrahim: Beri Asas Keadilan Bagi Warga

Jalur zonasi PPDB SMP hingga SMA negeri mendapat kuota lebih banyak, yakni 70 persen. Berikut pendapat Ketua Dewan Pendidikan Babel Dr Ibrahim

Dok/Ibrahim
Rektor sekaligus Dosen Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jalur zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA) tingkat negeri mendapat kuota lebih banyak, yakni 70 persen. Sedangkan sisanya melalui kuota jalur afirmasi, perpindahan orang tua atau mutasi dan prestasi. 

Terkait hal ini, Ketua Dewan Pendidikan Bangka Belitung (Babel), Dr Ibrahim menyebutkan, penerimaan melalui jalur zonasi adalah jalan akomodatif untuk para calon siswa yang dekat secara geografis sehingga kuotanya pun lebih banyak namun tetap memberi ruang bagi jalur afirmasi, prestasi dan mutasi.
 
"Jalur zonasi menjadi jalan tengah bagi bina lingkungan agar mereka yang dekat dengan sekolah bisa merasa memiliki sekolah yang ada di sekitarnya," kata Ibrahim kepada Bangkapos.com, Rabu (29/6/2022) petang.

Menurut pria yang juga menjabat Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) itu, daftar urut nilai yang berlaku beberapa tahun lalu telah menggerus peluang calon siswa dari sekitar sekolah untuk masuk ke sebuah sekolah terdekat yang diinginkan. Sehingga melalui jalur ini alokasi terbesar telah memberi asas keadilan bagi warga.

Katanya, kebijakan tersebut merupakan upaya  meningkatkan akses layanan pendidikan yang berkeadilan."Saya kira model ini sudah solutif dan akomodatif, tinggal memastikan bahwa tidak ada berkas yang dimanipulasi, termasuk pengukuran jarak rumah ke sekolah dan dokumen kependudukan lainnya," ucapnya.

Meski demikian, jalur zonasi tetap bersifat selektif dan ada siswa yang akan tereliminasi. Oleh Karenanya, opsi ke sekolah swasta tetap terbuka dalam rangka mendorong distribusi. 

Namun tantangannya memang kompleks, selain soal branding mutu, diperlukan upaya untuk meyakinkan dari sekolah kepada calon siswa.

"Pemerintah daerah saya kira harus mendorong dukungan nyata pada sekolah swasta, baik kualitas maupun bentuk dukungan lainnya," tambah Ibrahim. (Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved