Selasa, 5 Mei 2026

Idul Adha

Arab Saudi Lebaran Idul Adha Besok Sabtu, Mengapa Indonesia Bisa Beda Hari, Ini Penjelasannya

Perbedaan penetapan hari raya Idul Adha antara Indonesia dengan Arab Saudi menjadi pertanyaan publik. Mengapa hal tersebut terjadi.

Tayang:
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Tribunnews/Bahauddin R Baso/MCH2019
Ka'bah di Makkah Arab Saudi 

BANGKAPOS.COM - Perbedaan penetapan hari raya Idul Adha antara Indonesia dengan Arab Saudi menjadi pertanyaan publik. Mengapa hal tersebut terjadi.

Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Zulhijah 1443 H jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1443 H jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

Ketetapan ini berbeda dengan Arab Saudi yang menetapkan 10 Zulhijah 1443 H jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama, Adib menjelaskan, perbedaan waktu itu disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia.

“Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, sehingga hilal justru mungkin terlihat  di Arab Saudi,” terang Adib di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Adib menjelaskan, semakin ke arah barat dan bertambahnya waktu, maka posisi hilal akan semakin tinggi dan semakin mudah dilihat. Sementara, kata dia, letak geografis Arab Saudi berada di sebelah barat Indonesia, sehingga pada tanggal yang sama posisi hilal di sana lebih tinggi.

“Jadi kurang tepat jika memahami karena Indonesia lebih cepat 4 jam dari Arab Saudi, maka Indonesia mestinya melaksanakan Hari Raya Iduladha 1443 H juga lebih awal. Jelas pemahaman ini kurang tepat,” katanya.

Adib mengatakan, berdasarkan data hisab, pada akhir Zulkaidah 1443 H, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat.

“Sementara pada tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia. Jadi kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar,” jelas mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini.

Sementaa itu melansir arabnews, dengan terbitnya matahari pada hari Jumat, mereka akan pindah ke Arafah, tempat Nabi Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu
MINA: Hingga satu juta jemaah Muslim melakukan perjalanan pada hari Kamis dari Masjidil Haram di Mekah ke sebuah perkemahan yang luas di Lembah Mina saat ziarah haji mendekati titik puncaknya.

Para peziarah berjalan kaki atau naik bus sejauh 7 km ke Mina, di mana mereka bermalam di tenda-tenda putih ber-AC.

“Saya merasa hebat. Ini semua untuk mendekatkan diri kepada Tuhan,” kata Khaled bin Jomaa, 44, dari Tunisia, yang melakukan perjalanan dengan berjalan kaki membawa payung dan sajadah.

Para jamaah sedang mempersiapkan puncak haji pada hari Jumat — mendaki Gunung Arafat, tempat Nabi Muhammad menyampaikan khotbah terakhirnya.

Peziarah akan berdoa dan membaca Al-Qur'an selama beberapa jam di gunung, dan tidur di dekatnya.

Pada hari Sabtu, mereka akan mengumpulkan kerikil dan melakukan "rajam setan" secara simbolis.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved