Idul Adha 2022
Sering Diberi Uang karena Anak Yatim, Bocah Ini Diam-diam Menabungnya Buat Beli Hewan Kurban
Sering Diberi Uang karena Anak Yatim, Bocah Ini Diam-diam Menabungnya Buat Beli Hewan Kurban, Pak RT Takjub
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Seorang bocah anak yatim bikin takjub karena diam-diam menabung untuk membeli hewan kurban,
Anak yatim tersebut adalah seorang bocah 12 tahun bernama Elloco Gunzales.
Ia sering dikasih uang karena merupakan seorang anak yatim.
Namun, putra Asih, seorang penjual kue itu diam-diam malah menabungnya untuk kemudian dibeli hewan kurban.
Apa yang anak yatim lakukan membuat Pak RT di lingkungan tempat tinggalnya takjub.
Kisah haru ini datang dari Koba, Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.
Sang ibu, Asih (46) mengaku sangat bangga sebab anak yang baru berumur 12 tahun itu sudah mau berkurban pada Hari Idul Adha 1443 H kali ini.
Elloco Gunzales adalah anak bungsunya yang baru lulus dari SDN 5 Koba, Bangka Tengah.
Suaminya bernama Herman, telah meninggal dunia sejak usia Elloco masih tiga tahun.
Kini mereka tinggal di RT 04, RW 01, Kelurahan Padang Mulia, Koba, Bangka Tengah.
Menurut Asih, anak bontotnya itu memang sudah memiliki keinginan untuk berkurban sejak tahun lalu.
"Saya juga bingung awalnya, kok anak umur segitu udah kepikiran mau berkurban.
Tapi dari dulu dia memang pemikirannya kayak orang dewasa," ucap Asih saat diwawancarai Bangkapos.com, Minggu (10/7/2022).
Baca juga: Bolehkah Daging Kurban Diberikan kepada Non Muslim? Ini Jawabannya Menurut UAH dan Buya Yahya
Kala itu, dirinya masih tak percaya dengan keinginan Elloco,
Namun seiring berjalannya waktu, bocah tersebut benar-benar mewujudukan keinginannya.
Elloco menabung dan isinya bertambah setiap bulan.
Asih yang hanya seorang pembuat kue-kue basah itu mengaku sangat mendukung keinginan mulia anaknya untuk berkurban tahun ini.
Alhasil, tabungan yang telah dikumpulkan sejak tahun lalu tersebut akhirnya bisa dibelikan satu ekor kambing.
Hewan kurban berupa kambing itu lantas diserahkan ke Mushola Nur Qomariah, Kelurahan Padang Mulia, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Elloco membelinya seharga Rp3,5 juta.
Dari mana Elloco mendapatkan uang?
Ternyata bocah itu kerap dikasih uang karena banyak yang iba.
Bagaimana tidak, bocah yang kerap disapa Eko itu telah menjadi anak yatim saat usianya masih 3 tahun.
Ibunya hanya seorang pembuat kue basah.
Nah, tak disangka uang yang kerap diberi orang tersebut ternyata diam-diam ditabung untuk dibelikan hewan kurban.
"Jadi uang dari bantuan dan sumbangan-sumbangan orang dikumpulin buat dibelikan kambing kurban," ujar Asih.
Ibu dengan tiga anak ini berkata, bahkan anaknya itu pergi sendiri ke tempat penjual kambing untuk memilih dan membeli sendiri kambing kurban yang diinginkannya.
Elloco pula yang mengantarnya ke musola kampungnya dan menjaga kambingnya siang malam sampai waktu pemotongan tiba.
"Belinya (kambing-red) udah dari seminggu lalu dan semenjak itu kambingnya dirawat terus siang malam.
Bahkan pas kambingnya udah dianterin ke mushala tadi sore, malamnya juga masih dijagain sama dia (Eko-red)," sambung wanita asli Yogyakarta itu.
Sementara itu, Eko mengaku gembira karena akhirnya bisa berkurban di tahun ini.
"Udah sekitar satu tahun lah ngumpulin uangnya. Kemarin juga sebenarnya uangnya kurang, terus ditambahin sama ibu," kata Eko.
Ketua RT Takjub
Ketua RT 04, RW 01, Kelurahan Padang Mulia, Koba sekaligus panitia kurban di Musholah Nur Qomariah, Alek Kusnadi merasa takjub.
Ia sempat tak percaya jika ada anak salah satu warganya ingin berkurban.
"Awalnya ibu Eko ini nemuin saya dan bilang kalau anaknya itu mau kurban kambing dari hasil uang sendiri. Saya kaget dan takjub dengan keinginannya itu," ujar Alek.
Baca juga: Siapa Saja yang Berhak Menerima Daging Kurban Hari Raya Idul Adha, Ini Penjelasan Para Ulama
Ia membenarkan tabungan untuk membeli kurban didapatkan dari hasil sumbangan dan bantuan-bantuan yang sering diterima Eko.
"Anak itu (Eko-red) itu sudah jadi yatim karena ditinggal bapaknya sejak masih umur tiga tahun.
Makanya kadang-kadang sering dapat bantuan dan sumbangan dari orang-orang," tambahnya.
Lanjut dia, uang tersebutlah yang kemudian dimanfaatkan Eko untuk membeli sapi kurban
"Dulu waktu beli kambing kurban, uangnya itu kurang. Terus ditambahin juga sama ibunya dan dapat diskon juga dari penjual kambingnya," ungkapnya.
Tak hanya itu, untuk mencukupi uang membeli kambing kurban, Eko juga sempat beberapa kali kedapatan mengambil barang bekas untuk dijual kembali.
"Makanya saya salut sama anak itu, apalagi perangai sehari-harinya juga baik dan sikapnya sopan banget," terang Alek.
Menurut Alek, keluarga Asih dan Almarhum Herman memang terkenal sebagai orang yang baik dan mampu mendidik anak-anaknya dengan bagus.
Bahkan, ketiga anak dari pasangan suami istri tersebut kebanyakan menempuh pendidikannya di pondok pesantren,
Termasuk Eko yang akan melanjutkan pendidikannya di salah satu Pondok Pesantren yang ada di Desa Nibung, Bangka Tengah.
"Ini adalah insipirasi sekaligus tamparan keras bagi kita semua, terutama orang-orang yang sebenarnya mampu secara keuangan namun tidak berniat untuk berkurban," kata Alek (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)