Rabu, 15 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pangkalpinang Pelopor CRIC, Molen Optimis Atasi Banjir    

Sedikitnya ada 10 kota, termasuk Kota Pangkalpinang yang telah menyatakan kesiapannya atas perubahan iklim melalui Proyek CRIC

Penulis: Cepi Marlianto |
bangkapos.com
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sedikitnya ada 10 kota, termasuk Kota Pangkalpinang yang telah menyatakan kesiapannya atas perubahan iklim melalui Proyek Climate Resilient and Inclusive Cities alias CRIC.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, Sabtu (16/7/2022) menyatakan, Pangkalpinang terpilih menjadi satu di antara 10 kota se-Indonesia sebagai pelopor proyek CRIC. Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini terpilih atas komitmen pihaknya untuk capaian aksi ketahanan iklim yang inklusif.

Alhamdulillah kita terpilih oleh Program CRIC itu, jadi ada 10 daerah di Indonesia yang menjadi salah satu target untuk program perubahan iklim,” kata Maulan Aklil kepada Bangkapos.com, Sabtu (16/7/2022).

Pria yang kerap disapa Molen ini menjelaskan, CRIC sendiri adalah proyek kemitraan Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Eropa yang didanai oleh Uni Eropa. Implementasinya di Indonesia dikelola oleh Asosiasi Pemerintah Kota/Daerah se-Asia Pasifik (UCLG ASPAC).

CRIC membantu Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan kapasitasnya dan memperbaiki tata kelola, mewujudkan pembangunan yang inklusif, serta menerapkan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Pangkalpinang dipilih lantaran pertumbuhan penduduk dan kawasan kota yang tidak mempertimbangkan daya dukung lingkungan membuat wilayah ini rentan terhadap ancaman banjir, terutama di tengah perubahan iklim.

UCLG juga menganalisis aspek ketahanan iklim masing-masing kota percontohan. Apabila berhasil, seluruh agenda dari kota percontohan ini nantinya akan direplikasi tidak hanya untuk kota lain di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

“Dengan perubahan iklim ini terutama bencana banjir, dan juga yang perlu diwaspadai bencana alam lain adalah puting beliung. Pangkalpinang rentan akan hal ini,” jelas Molen.

Proyek CRIC lanjut dia, turut membantu pihaknya dalam membangun ketahanan dan kesiapsiagaan kota dan masyarakat menghadapi banjir. Hal itu diwujudkan melalui pengembangan sistem peringatan dini banjir atau Early Warning System.

Bantuan itu nantinya dapat membantu pihaknya dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim. Harapannya mampu meminimalisir risiko, mulai dari masyarakat, materi, fisik dan infrastruktur.

“Kita bersyukurnya dengan ada program CRIC ini tentunya bantuan pendeteksi dini dari mereka. Semoga dampaknya bisa berkurang dengan adanya program deteksi dini yang dicanangkan oleh CRIC ini,” ucapnya.

Pada tahun 2020 lalu Molen berujar, pihaknya sempat memperjuangkan bantuan Rp20 miliar dari UCLG ASPAC untuk pembangunan Gedung Nasional sebagai bangunan anti banjir. Pasalnya kawasan tersebut rentan akan banjir ketika hujan deras dan disertai pasang air laut. Namun sampai kini upaya itu belum berhasil.

“Tetapi kita tetap berupaya kok, walaupun di sana (Gedung Nasional) tidak berhasil kita dapat yang ini (Proyek CRIC) lumayan, Alhamdulillah,” lanjutnya.

Walaupun begitu kata Molen, saat ini pihaknya tengah memaksimalkan bantuan tersebut. Pihaknya telah mengeluarkan sejumlah regulasi guna mengatasi persoalan lingkungan dan perubahan iklim. Regulasi itu antara lain mengatur pengelolaan ruang terbuka hijau dan air limbah domestik, serta pengendalian pencemaran air.

Selain itu pihaknya telah menginstruksikan semua camat hingga lurah. Sejak dirinya menjabat menjadi Wali Kota mereka dituntut untuk mengedukasi masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai agar tidak membuang sampah ke sungai, berikut juga aktivitas pertambangan.

Maka dari itu dirinya sangat optimis proyek ini mampu membantu Kota Pangkalpinang terbebas dari banjir. Pihaknya sebisa mungkin mengejar bantuan sekecil apapun dari pihak ketiga. Itu dilakukan untuk menutupi pembangunan yang terkendala dengan anggaran.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved