Irjen Ferdy Sambo Muncul ke Publik, Pakar Mikro Ekspresi: Ini Permintaan Maaf yang Sudah Dirancang
Pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra, menemukan ada kejanggalan dalam permohonan maaf yang diutarakan Irjen Ferdy Sambo.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Iwan Satriawan
"Bisa jadi kalau Irjen Sambo ini memang orangnya lugas tegas, tapi yang dibicarakan disini adalah peristiwa hilangnya nyawa seseorang dan seseorang ini bukan orang jauh, orang ini adalah orang yang sangat dekat dan bisa jadi selama ini dianggap anak mungkin," jelas Kirdi.
"Jadi gini kalau yang namanya permintaan maaf belasungkawa itu kan enggak bisa dipaksa," tambahnya lagi.
Ia lantas menyebutkan, orang yang minta maaf dengan sedih biasanya intonasinya berbeda dengan gaya bicara sehari-hari.
Apalagi, permintaan maaf itu, kata dia, dilakukan secara terbuka di instutusi penegak hukum dan dilakukan oleh salah seorang petinggi sebelum diperiksa.
"Menariknya apa? model komunikasi verbal dan nonverbal di situ buat masyarkat umum tanya, ini negara hukum bukan ya? Kalau seorang penegak hukum boleh memberi narasi seperti itu, artinya dia, tanda petik, bisa minta maaf secara formal, bukan maaf emosional. ia minta maaf pada instiusi," ungkapnya.
Apalagi, kata dia, pesan maaf dari Irjen Ferdy Sambo itu ditujukan kepada masyarakat agar tidak gundah gulana.
"Ini benar-benar disampaikan, karena dia harus melakukan itu karena masyarakat agar tidak lagi gundah gulana," paparnya.
(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220804-Penjelasan-pakar-ekspresi-wajah-soal-permintaan-maaf-Irjen-Ferdy-Sambo.jpg)