Akankah Ketua Kompolnas, Bennny Mamoto Jadi Tersangka, Kasus Tewasnya Brigadir J, Sebar Hoaks?
Diawal kasus, ketua harian Kompolnas Irjen Purn Benny Josua Mamoto dengan percaya diri menyebutkan kasus tewasnya Brigadir J karena adanya pelecehan
Warganet pun mengkritik pernyataan tersebut.
Sebab, sejak awal kasus itu terkesan janggal, apalagi dengan perkembangan terkininya.
Pernyataan Benny dianggap tidak mencerminkan berjalannya tugas Kompolnas yang seharusnya berperan dalam perbaikan kinerja Polri.
Lantas, siapakah sosok Benny Mamoto sebenarnya?
Profil Benny Mamoto Benny Mamoto dilantik Presiden Joko Widodo sebagai satu dari sembilan anggota Kompolnas masa jabatan 2020-2024 pada 19 Agustus 2020.
Anggota Kompolnas yang mewakili pakar kepolisian itu lantas ditunjuk sebagai ketua harian pada tanggal yang sama.
Pria bernama lengkap Benny Jozua Mamoto ini lama berkarier di kepolisian.
Dia berhasil mencapai jenjang kepangkatan Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal bintang dua di institusi Bhayangkara.
Lahir di Temanggung, Jawa Tengah, 7 Juni 1955, Benny menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1977.
Dia juga pernah berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana dan meraih gelar S1 pada 1992. Sementara, gelar S2 dan S3 Benny didapat dari studi Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (UI).
Selama berkarier di institusi Polri, Benny banyak ditugaskan di bidang reserse dan interpol.
Dikutip dari laman resmi Kompolnas, dia pernah menjadi penyidik Densus 88 Antiteror Polri juga Kepala Unit I/Keamanan Negara-Separatis.
Tahun 2001, Benny menjabat sebagai Dit I/Kamtrannas Bareskrim Polri.
Lima tahun setelahnya, dia menjadi Wakil Direktur II/Ekonomi Khusus Bareskrim.
Selama 2007-2009, Benny dipercaya menjadi Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia.