Berita Pangkalpinang

Harga Telur Ayam di Bangka Belitung Terpantau Naik, KPPU akan Berdiskusi dengan Pinsar PPN

Hasil pemantauan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II bahwa harga telur ayam ras di Bangka Belitung menunjukkan trend kenaikan.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
bangkapos.com
Telur ayan yang tersusun di Rak toko grosir telur Febyola di kawasan Pasar Pagi Pangkalpinang (Bangkapos.com/Sela Agustika) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hasil pemantauan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II bahwa harga telur ayam ras di Bangka Belitung menunjukkan trend kenaikan.

Kenaikan mulai terjadi sejak pada minggu pertama bulan April 2022 dan menyentuh harga tertinggi pada minggu keempat bulan Agustus 2022, mencapai harga Rp36.000, per kilogram.

Kepala Kantor KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro, mengatakan ketidakseimbangan antar jumlah permintaan dan terbatasnya suplai menjadi satu diantara faktor pendorong meningkatnya harga telur di Provinsi Bangka Belitung.

"Populasi ayam petelur diduga mengalami penurunan, akibat tingginya biaya sarana produksi peternakan (sapronak) yang menyebabkan peternak ayam petelur mengurangi jumlah populasinya," kata Bekti dalam rilis kepada Bangkapos.com, Selasa (30/8/2022).

Baca juga: Raup Keuntungan Ratusan Ribu dalam Sehari, Pemilik Rumah Judi di Bangka Terancam 10 Tahun Penjara

Baca juga: Baru Kenal Lewat Medsos Sepekan, Pria di Toboali Aniaya Teman Wanita hingga Ancam Pakai Pisau

Tidak hanya itu, kenaikan harga pakan sebagai komponen yang mendorong kenaikan harga sapronak.

"Harga pakan terpantau mulai mengalami kenaikan harga sebesar 13 persen sejak Mei 2021," katanya.

Dibeberkan Bekti, harga pakan saat ini berada dikisaran harga Rp8.500 sampai dengan Rp9.500 per kilogram.

Menyikapi kondisi ini, KPPU akan menggali lebih lanjut terkait permasalahan yang terjadi di sektor hilir. 

KPPU akan mengundang dan mendengarkan keterangan Perhimpuan Insan Peternakan Rakyat (Pinsar) Petelur Nasional (PPN).

"Apabila dalam proses pendalaman terkait kenaikan harga telur ditemukan adanya perilaku anti persaingan pada rantai pasok, maka kanwil II akan menaikkan permasalahan ini ke tahap inisiatif penegakan hukum," tegas Bekti.

Dihubungi terpisah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Bangka Belitung Drh Judnaidy mengatakan peternak ayam petelur di Bangka Belitung hanya mampu memenuhi 10 persen kebutuhan masyarakat. 

Baca juga: Rekan Kerja Kaget Dengar Direktur PT MSP Meninggal di Hotel, Sebelumnya Sempat Sarapan Bareng

Baca juga: Harga Pertalite Diisukan Naik Jadi Rp10 Ribu Per Liter, Nasib Angkot Bakal Makin Terpuruk

Sementara, 90 persen kebutuhan masyarakat dipasok oleh telur ayam dari luar daerah. 

"Peternak ayam petelur di Bangka Belitung, sangat minim. Telur baru 10 persen tercukupi dari dalam daerah," ungkap kata Judnaidy.

Dia menyebutkan terkait harga telur ayam yang naik di pasaran, Satgas Pangan akan langsung turun ke lapangan untuk mengetahui penyebabnya. 

"Kami bersama satgas pangan berperan menstabilkan harga akan operasi pasar," kata Judnaidy.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved