Berita Pangkalpinang
Ketum PPP Suharso Monoarfa Dilengserkan, DPC PPP Pangkalpinang Sepakat Ikut Keputusan Mukernas
Kabar mengejutkan dari Partai Persatuan Pembangunan. Partai berlambang Kakbah dengan akronim PPP ini berganti kepemimpinan di tahun politik.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabar mengejutkan dari Partai Persatuan Pembangunan.
Partai berlambang Kakbah dengan akronim PPP ini berganti kepemimpinan di tahun politik.
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dilengserkan.
Diberitakan sebelumnya, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Banten, Minggu (4/9/2022), memutuskan mengganti Suharso Monoarfa dari jabatan Ketua Umum PPP.
Baca juga: Suharso Monoarfa Dicopot, Ketua DPW PPP Babel: Kita Perlu Kepemimpinan yang Kuat
Baca juga: Suharso Monoarfa Diberhentikan Sebagai Ketum, Begini Tanggapan Ketua DPC PPP Bangka Tengah
Suharso digantikan oleh Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono.
Ketua DPC PPP Kota Pangkalpinang Depati Amir Gandhi mengakui, pihaknya akan mengikuti apapun keputusan yang ditetapkan di Mukernas.
Bahkan kata Gandhi, sebelum pelaksanaan Mukernas pihaknya sudah menduga akan ada pergantian kepemimpinan.
"PPP ini partai milik ummat yang notabenenya didirikan dan ditirakati para kiai khos di masa awal pembentukan. Sebagian kita di PPP meyakini partai ini bisa terus eksis selepas reformasi karena ada gelombang karomah segenap kiai. Kami dibawah komando DPW PPP Babel Insyaallah solid, dan jujur saja sebenarnya biasa saja, kami merasa tidak ada konflik malah," sebut Gandhi kepada Bangkapos.com, Rabu (7/9/2022).
Informasi yang beredar sebelumnya, Suharso Monoarfa sebelum dilengserkan, didera kontroversi pidato 'amplop kiai'.
Pernyataannya di KPK itu dianggap merendahkan kiai dan pondok pesantren.
Baca juga: Sekjen Hingga Bendahara DPC PPP Bangka Selatan Enggan Komentar Terkait Pencopotan Ketum PPP
Baca juga: Ketum PPP Dicopot dari Jabatannya, Akademisi Nilai Berpotensi Menimbulkan Konflik Internal PPP
Tiga pimpinan Majelis PPP meminta Suharso mengundurkan diri melalui 3 surat, terakhir dikeluarkan pada 30 Agustus 2022.
"Dalam setiap Pemilu PPP selalu ditempatkan tidak lolos ke Senayan oleh para surveiyor. Nyatanya lima kali Pemilu PPP melenggang di parlemen RI. Peran politik kiai dan santri adalah perekat khusus yang ada di PPP. Oleh sebab itu, isu amplop Kyai tidak dianggap sebelah mata oleh elit partai, makanya pergantian ini lumrah saja," jelas Gandhi.
Menurutnya, forum Mukernas adalah ranah majelis di DPP, PH DPP, dan DPW. Dengan demikian apapun keputusan Mukernas akan tetap dijalani.
"Kami di DPC Sami'na Wa Atho'na dengan struktur kepemimpinan partai. Kami haqqul yaqin jika keputusan ditingkat atas adalah yang terbaik bagi partai," ujarnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220804-Anggota-DPRD-Kota-Pangkalpinang-Depati-Amir-Gandhi.jpg)