Israel Bawa Pulang Catatan Kuno ke Jerusalem, Ternyata Catatan Papirus Langka Berusia 2.700 Tahun

Termasuk kulit binatang untuk tulisan suci, dengan papirus yang disediakan untuk korespondensi resmi, kata Eitan Klein, Wakil Direktur Unit ...

AFP
Petugas memperlihatkan tulisan ibrani kuno berusia 2.500 tahun di Jerusalem. 

BANGKAPOS.COM, JERUSALEM -- Israel dikabarkan berhasil membawa pulang catatan berbahasa Ibrani kuno ke negaranya.

Catatan itu dibawa kembali ke Jerusalem setelah penemuan secara kebetulan di Amerika Serikat.

Disebutkan, otoritas Barang Purbakala Israel, Rabu (7/9/2022) menunjukkan catatan papirus langka dalam bahasa Ibrani kuno berusia 2.700 tahun.

Fragmen surat, yang ditulis dalam bahasa Palaeo-Ibrani yang digunakan selama era Bait Suci Pertama, terdiri dari empat baris.

Dimulai dengan “Kepada Ismael kirim,” dengan sisa kata-kata tidak lengkap.

Baca juga: Kisah Ciana TKW di Taiwan Mau Pulang ke Indonesia, Tak Disangka Majikan Ucap Perkataan Seperti Ini

Baca juga: Anggur Merah Berujung Duka, Gadis ABG ini Jadi Budak Tindakan Asusila, Digilir 3 Pria Selama 4 Hari

Baca juga: Momen Saat Eva Celia Larang Ibunya Nikah Lagi, Sophia Latjuba Langsung Protes: Vaa, Really?

Baca juga: Doa Hari Kamis yang Dipanjatkan Fatimah Az-Zahra Disertai Doa Berangkat kerja dan Doa Rezeki

Baca juga: Bukan karena Bentrok Jadwal Sekolah, Ternyata Gegara Hal Ini Farel Prayoga Gagal Manggung di Bali

"Kami tidak tahu persis apa yang dikirim dan ke mana," kata Joe Uziel, Direktur Unit Gulungan Gurun Yudea dari Otoritas Barang Antik Israel.

Petugas memperlihatkan tulisan ibrani kuno berusia 2.500 tahun di Jerusalem.
Petugas memperlihatkan tulisan ibrani kuno berusia 2.500 tahun di Jerusalem. (AFP)

Di Zaman Besi, orang Ibrani menggunakan pecahan tanah liat untuk menulis catatan pendek.

Termasuk kulit binatang untuk tulisan suci, dengan papirus yang disediakan untuk korespondensi resmi, kata Eitan Klein, Wakil Direktur Unit Pencegahan Pencurian Barang Antik Israel.

Papirus yang tersisa di iklim kering gurun Yudea bisa bertahan selama berabad-abad.

Tetapi hanya ada dua papirus lain dari era Kuil Pertama yang diketahui para peneliti sebelum penemuan terbaru, kata Klein.

“Papirus ini unik, sangat langka,” katanya.

Perjalanan kebetulan ke laboratorium konservasi Otoritas Barang Antik Israel dimulai ketika Shmuel Ahituv, salah satu cendekiawan Timur Dekat kuno Israel, ditugaskan pada 2018.

Baca juga: Inilah Batu yang Ditahan oleh Malaikat Agar Tak Menimpa Nabi Muhammad SAW di Pegunungan Arab Saudi

Baca juga: Delfi, Wanita Indonesia yang Menikah dengan Pria Arab, Hidupnya Bahagia Meski Menjadi yang Kedua

Baca juga: Kombes Agus Nurpatria, Tersangka Obstruction of Justice, Susul Sambo, Baiquni & Chuck Dipecat Polri

Baca juga: Mulai dari Era Soekarno Hingga Jokowi, Siapa Presiden yang Enggak Pernah Naikin Harga BBM?

Baca juga: 5 Bacaan Doa Agar Terlihat Cantik dan Bercahaya, Aura Wajah Terpancar Setiap Hari

Dia harus menyelesaikan pekerjaan pada sebuah buku tentang tulisan Ibrani kuno oleh Ada Yardeni yang baru saja meninggal.

Ahituv terkejut melihat dalam draft buku gambar papirus “Untuk Ismael”, yang tidak dia kenal.

Dia menghubungi Klein, dan dengan bantuan putri Yardeni, berhasil menemukan akademisi AS yang telah menghubungkan Yardeni dengan pemilik fragmen, seorang pria di Montana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved